Pendiri organisasi putri narpa wandawa karaton Surakarta Hadiningrat adalah GKR Woerjaningrat. Putri Sinuwun Paku Buwana X ini menjadi pelopor sejak tanggal 5 Juni 1931.
Lagu Mars Putri Narpa.
Putri Narpa Wandawa Karaton Surakarta, lima Juni seribu sembilan tiga satu, bangkitlah putri bersama Kowani, berjuang untuk negeri, sambutlah sinarmu menerangi, jiwa putri sejati, wahai generasi penerus trah suci, bersinarlah bagai matahari, para tokoh putri harumkanlah negeri, pendidikan tak pernah berhenti.
Lagu Mars ini cukup bersemangat. Pagi itu cuaca kota Surakarta begitu cerah. Kendaraan lalu lalang mengikuti kesibukan. Bakul jajan , soto seger, sate depan stasiun balapan melayani pembeli. Pasar Legi, Pasar Kliwon, Pasar Gedhe, Pasar Klewer ramai sekali. Tukang becak, ojek, angkot, bus kota beroperasi. Angin sumilir hari itu memberi harapan pada warga Solo. Kabeh padha nindakake pakaryan sowang sowang. Seolah olah suasana alam memberi kelancaran rapat Putri Narpa Wandawa Punjer.
Kantor Putri Narpa Wandawa Punjer berada di Dalem Joyodiningratan. Gedung berbentuk joglo klasik. Disangga 40 saka guru atau tiang yang terbuat dari kayu jati Donoloyo Wonogiri. Bagian tengah blandar tersusun dengan penyangga 8 cagak. Uduk berjajar jajar rapi. Reng dianyam berlawanan arah dengan usul. Pintu gebyog klasik, jendela berbentuk kupu tarung.
Murih utamaning putri, widadaning wanita. Hari Selasa, tanggal 17 Nopember 2020 jam 9 pagi panitia selesai menata ruang pertemuan. Kursi kuna, meja taplak berderetan teratur. Angin berhembus segar, maka kipas tak diperlukan lagi. Sementara SD Kasatriyan depan dalem Joyodiningratan sibuk dengan pengajaran online. Putri Narpa Wandawa sedang berbenah demi kemauan organisasi.
Peserta berdatangan dari beragam penjuru. Mereka berbusana seragam khas warga Putri Narpa Wandawa. Umumnya anggota berdomisili di sekitar kawasan SUBOSUKO WONOSRATEN : Sukoharjo Boyolali, Surakarta, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, Klaten. Abdi dalem dari tlatah ini pendukung utama budaya Kraton.
Pertemuan ini menjadi ajang tukar kawruh, ngangsu ngelmu, memitran, olah kawignyan. Perbincangan sejarah, budaya, emansipasi, pendidikan berdasarkan pengalaman kolektif bangsa. Referensi yang diwariskan oleh para leluhur berlimpah ruah.
Sesungguhnya kajian atas kewanitaan kerap dilakukan oleh para pujangga Karaton Surakarta. Sebut saja serat Sasana Sunu, Serat Centhini, Serat Wulangreh, serat wulangputri, Serat Wulang Estri, Serat Candrarini. Penulisan wulang keputren demi membentuk karakter wanita berbudi darma.
Wulang wuruk kejawen. Karakter wanita dibentuk dengan nilai tradisi yang sudah berkembang. Budaya bangsa milik leluhur pantas dijadikan hidup, kaca benggala urip. Generasi muda, pelajar, siswa perlu tahu akar sejarah budaya bangsa sendiri.
Tepat pukul 10 acara dimulai. Pimpinan diambil oleh GRAy Koes Isbandiyah, SH M.H atau GKR Retno Dumilah SH M.H. Beliau pangageng pasiten yang mengurusi bidang pertanahan. Sebagai pemimpin Karaton Surakarta, GKR Retno Dumilah kerap berkunjung ke berbagai daerah. Terutama tedhak warga PAKASA. hubungan antara abdi dalemi dan pengageng begitu akrab dekat erat. Mrih raketing memitran, supeketing kekadangan.
Sesorah GKR Retno Dumilah SH, M.H tentang kehidupan begitu mengena. Tuhan telah memberi yang terbaik buat makhluk. Beliau berpesan agar selalu menjaga kesehatan. Bila perlu mau cek kesehatan secara berkala. Pasrah sumarah diiringi ihtiar. Kerja seirama dengan doa usaha.
Terlebih dahulu beliau mengajak berdoa untuk GKR Sekar Kencono. Disebut juga jasa GKR Galuh Kencono, KGPH Kusumoyudo, KGPH Nur Muhammad. Juga doa ditujukan untuk KPH Brotodiningrat. Mereka berbuat keutamaan demi kokohnya budaya Jawa. Putri Narpa Wandawa perlu mengingat jasa pengabdian.
Kali ini rapat putri narpa wandawa dilengkapi dengan pameran, ceramah dan peragaan. Berguna untuk meningkatkan ketrampilan kaum wanita. Wanita berarti wani mranata.
Tata cara upacara beserta paugeran. Semua kegiatan Kraton Surakarta Hadiningrat dikoodinir oleh Lembaga Dewan Adat. Selaku pimpinan yakni Dra GKR Koes Moertiyah Wandansari, M.Pd. Organisasi Putri Narpo Wandowo semoga semakin arum kuncara, ngejayeng jagad raya. Sebagai sarana untuk memperkokoh jatidiri nasional.
(LM-01)
