Paku Buwana XII Berjuang Bersama Presiden Soekarno

Oleh: Dr Purwadi M.Hum. 

(Ketua Lembaga Olah Kajian Nusantara LOKANTARA. Hp 087864404347)

 

A. Presiden Soekarno Menetapkan Paku Buwana XII.

 

Hubungan Presiden Soekarno dengan Sinuwun Paku Buwana XII sangat akrab. Bahkan selama tahun 1945 – 1966 kedua tokoh bangsa ini keliling Indonesia.

 

Perjuangan Paku Buwana XII tercatat rapi dalam dokumentasi perpustakaan Sana Pustaka. Kebersamaan dengan Presiden Soekarno terjalin begitu dekat. Dengan prinsip demi keselamatan dan kemakmuran Nusantara. Secara resmi Presiden Soekarno memberi piagam kedudukan sebagai tanda kepercayaan.

 

Presiden Soekarno Presiden menetapkan Paku Buwono XII sebagai Kepala Daerah Surakarta. Hal ini ditunjukkan dengan lahirnya piagam kedudukan.

 

Piagam Kedudukan.

 

Republik Indonesia

 

Kami, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, menetapkan:

 

Ingkang Sinoehoen Kandjeng Soesoehoenan Pakoe Boewono Senopati Ing Ngalogo Abdoerrahman Sajidin Panotogomo Ingkang Kaping XII, ing Soerakarta Hadiningrat pada kedudukannya.

 

Dengan kepercayaan bahwa Seri Padoeka Kandjeng Soesoehoenan akan mencurahkan segala pikiran, tenaga, jiwa dan raga untuk keselamatan daerah Surakarta sebagai bagian dari pada Republik Indonesia.

 

Jakarta 19 Agustus 1945

 

Presiden Republik Indonesia

 

Ir. Soekarno

 

B. Paku Buwana XII Bergabung pada Presiden Soekarno.

 

Raja paling dulu bergabung dengan Republik Indonesia. Paku Buwana XII secara resmi memberi maklumat pada tanggal 1 September 1945.

 

Makloemat Sri Padoeka Ingkang Sinoehoen Kandjeng Soesoehoenan kepada seloeroeh Pendoedoek Negeri Soerakarta Hadiningrat.

 

1. Kami Pakoe Boewono XII, Soesoehoenan Negeri Soerakarta Hadiningrat menjatakan Negeri Soerakarta Hadiningrat jang bersifat keradjaan adalah Daerah Istimewa dari Negara Repoeblik Indonesia dan berdiri di belakang Pemerintah Poesat Negara Repoeblik Indonesia.

 

2. Kami menjatakan bahwa pada dasarnja segala kekoeasaan dalam daerah negeri Soerakarta Hadiningrat terletak di tangan Soesoehoenan Soerakarta Hadiningrat dan oleh karena itoe, berhoeboeng dengan keadaan pada dewasa ini, maka kekoeasaan kekoeasaan jang sampai kini tidak di tangan kami dengan sendirinja kembali ke tangan kami.

 

3. Kami menjatakan bahwa perhoeboengan antara Negeri Soerakarta Hadiningrat dengan Pemerintah Poesat Negara Repoeblik Indonesia bersifat langsoeng.

 

4. Kami memerintahkan dan pertjaja kepada seloeroeh Pendoedoek Negeri Soerakarta Hadiningrat, mereka akan bersikap sesoeai dengan Sabda Kami terseboet di atas.

 

Soerakarta Hadiningrat, 1 September 1945

 

Pakoe Boewono XII

 

Karaton Surakarta dinyatakan oleh Jenderal Soerono ketua Dewan Harian Angkatan 45. Pernyataan ini terjadi pada ulang tahun Indonesia emas 1995. Bahwa Paku Buwana XII adalah raja pertama yang mendukung berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

C. Paku Buwana XII Membantu Bung Hatta.

 

Paku Buwono XII Slsebagai delegasi Konferensi Meja Bundar atau KMB.

Paku Buwono XII raja Surakarta Hadiningrat dan Mangkunegara VIII menjadi anggota delegasi RI yang dipimpin oleh Wakil Presiden Mohammad Hatta.

 

Dalam tim delegasi KMB Paku Buwana XII dan Mangkunegara VIII memberi sumbangan uang dan gelondongan emas. Bantuan kepada Bung Hatta sungguh bermakna.

 

Surat di bawah ini dikirim dari negeri Belanda menjelang penandatanganan Konferensi Meja Bundar (KMB) oleh Bung Hatta yang ditujukan kepada Presiden dan Menhankam RI.

 

Jang terhormat

 

J.M. fg. Minister Presiden dan Menteri Pertahanan Republik Indonesia Djogjakarta

 

Dengan hormat,

 

Dengan surat ini dikabarkan bahwa dalam perundingan KMB tetap diturut sikap dan pendirian bahwa semendjak penjerahan piagam pengakuan pada penghabisan tahun 1945 oleh Peme-rintah Republik Indonesia, maka Zelfbesturende Landschappen Surakarta dan Mangkunegaran mempunyai kedudukan daerah istimewa menurut Undang Undang Dasar Republik Indonesia.

 

Berhubung dengan ketetapan pendirian ini hendaklah ada persesuaian dengan kebidjaksanaan dalam praktik pemerintahan terhadap kedua daerah istimewa itu.

 

Bersangkutan dengan persesuaian pendirian ini dan melihat aliranaliran jang ada di daerah tersebut, maka djikalau sekiranja ada berlangsung penjerahan pemerintahan oleh tentara Belanda, hendaknya penjerahan itu diterima dengan langsung oleh J.M. fg. Minister Presiden dan Menteri Pertahahan sebagai wakil Pemerintah Republik Indonesia. Tentang Pengangkatan Wali Kota baru di Surakarta hendaklah dilaksanakan setelah mendengar timbangan dan fikiran rijksbestuurders Surakarta.

 

Sekian pemberitahuan ini, jang harap didjadikan pedoman dalam melaksanakan kebidjaksanaan pemerintahan terhadap kedua daerah istimewa itu.

 

Den Haag, 12 September 1949

 

Dengan hormat,

 

Ttd.

 

WAKIL PRESIDEN

 

Mohammad Hatta

 

Satu nampan emas disumbangkan Paku Buwana XII kepada Bung Hatta selaku ketua delegasi KMB. Sumbangan ini diserahkan bersama Sri Mangkunegara VIII.

 

C. Paku Buwana XII Membantu Presiden Soekarno.

 

Harta benda Karaton Surakarta untuk Negara Indonesia. Paku Buwana XII menyumbang Presiden Soekarno sejak tahun 1945 – 1966.

 

Harta benda Kraton Surakarta diserahkan oleh Paku Buwana XII demi tegaknya Negara Indonesia. Sejak awal proklamasi kraton Surakarta terlibat aktif dalam proses pendirian NKRI. Menurut Prof. Dr. Sri Juari Santosa guru besar UGM bahwa Kraton Surakarta Hadiningrat telah memberi sumbangan kepada Negara RI.

 

Barang dan jasa yang diberikan Kraton Surakarta kepada pemerintah RI pada masa awal revolusi kemerdekaan. Terbukti sesuai dengan catatan kwitansi serta dokumen resmi yang tersimpan dalam berbagai kepustakaan dan musium adalah sebagai berikut:

 

No Nama barang yang diberikan atau dipinjamkan kepada pemerintah Republik Indonesia Jumlah Penerima Tanggal penyerahan.

 

 

 

1 Mobil Plymouth 1 buah Reg. II Div. IV 30-10-45.

 

2 Mobil Chevrolet kelabu 1 buah TKR Surakarta 4-11-45.

 

3 Makanan dan bahan makan – Medan pertempuran Surabaya 17-11-45.

 

4 Instrumen musik – Kep. Jawatan TU. TRI Div. Surakarta 20-11-45.

 

5 Mobil Plymouth 1 buah Polisi tentara 30-11-45.

 

6 Mobil Chevrolet 1 buah Abdidalem Pangreh Praja 30-11-45.

 

7 Sejumlah senjata – Markas TKR 24-12-45.

 

8 Uang Rp. 8.750 Berbagai badan 19 Sept s/d 24 Des 45.

 

1 Mobil 1 buah M. BO TRI bag. Organisasi 4-2-46.

 

2 Kursi antik, kursi bludru & kecohan – Panitia Muktamar Masyumi 9-2-46.

 

3 Bangsal Witana Balai Agung – Asrama & Pengadilan Luhur Islam 18-2-46.

 

4 Perahu 1 buah PKBS Serengan 22-2-46.

 

5 Instrumen musik – Panitia penyambutan tentara 26-6-46.

 

6 Jam Genta 6 buah Markas Resimen II Div. X 19-4-46.

 

7 Tambur 1 buah AsramaRI 14-4-46.

 

8 Instrumen musik 23 pucuk Div. IV 29-4-46.

 

9 Tambur 4 buah Div. X 13-6-46.

 

10 Slompret 4 buah Div. X 13-6-46.

 

11 Bende 5 buah Markas Resimen II Div. X 19-6-46.

 

12 Senapan Beamont model 71 dengan bayonet 50 buah TRI Bat.

 

13 Tempat peluru 50 buah TRI Bat.

 

14 Klewang pendek 100 buah TRI Bat.

 

15 Gordel 100 buah TRI Bat.

 

16 Anggar (schunkapmes) 100 buah TRI Bat.

 

17 Draagrim 100 buah TRI Bat.

 

18 Wachpatroon 105 buah. TRI Bat.

 

19 Sadel cavaleri 100 buah TRI Bat.

 

20 Instrumen musik 27 pucuk Panitia 1 tahun RI 27-7-46

 

21 Telepon di WiryodininG.R.A.tan 1 buah Gabungan Laskar Pertahanan 23-9-46.

 

22 Montor Ford 1 buah Anggota PMC 25-11-45.

 

23 Kuda 1 ekor Pasukan berkuda Div. IV 17-12-46.

 

24 Kuda 1 ekor Kep. Div. IV AD RI 17-12-46.

 

25 Piala 1 buah Konggres Laskar Buruh Indonesia 30-12-46.

 

26 Uang Rp. 41.088 Berbagai badan 21 Jan s/d 28 Des 46.

 

 

 

1 Kuda 1 ekor Pasukan Cavaleri 6-1-47.

 

2 Kuda besar 2 ekor Staf. Div. IV AD TRI 30-11-47.

 

3 Mobil Crysler 1 buah Walikota 18-1-47.

 

4 Kuda gerobag 1 ekor Pemimpin pertem-puran tenggara 17-4-47

 

5 Ikan dendeng – Garis depan 8 Feb s/d 15 Feb 47.

 

6 Kuda Layarmega & Nirwati 2 ekor Kementrian Pertahanan 10-3-47.

 

7 PesangG.R.A.han Tegalganda & Giriwaya – Markas tertinggi tentara 18-3-47.

 

8 Kuda tunggangan 2 ekor Dewan Pertahanan Daerah Surakarta 9-4-47.

 

9 Arca marmer 2 buah Panitia Fancy Fair Pandu Ska 17-4-47.

 

10 Kuda besar 1 ekor Pemimpin pertempuran tenggara 17-4-47.

 

11 Plaquette 1 buah Panitia penyelenggara Hawaian Concours Ska. 21-4-47.

 

12 Plaquette 1 buah Gabungan Laskar Pertahanan 21-4-47.

 

13 PasangG.R.A.han Langenharjo – PT Resimen II 24-5-47.

 

14 PasangG.R.A.han Tursinoharjo – BTN 5-6-47.

 

15 Taplak, piring, beri, serbet, dan jodang 420 buah Detasemen Staf Div. IV 24-7-47.

 

16 Kuda kecil 1 ekor Pemimpin pertempu-ran tenggara 17-4-47.

 

17 Rusa 2 ekor Dewan Pertahanan Daerah Ska. 24-7-47.

 

18 Mobil Dodge 1 buah Divisi IV 24-7-47.

 

19 Kuda Lungkeh & Kresno 2 ekor Dewan Pertahanan Daerah Ska. 24-7-47.

 

20 Pesawat telepon di rumah KRMT Tirtodiningrat 1 buah Markas pertahanan Salatiga 29-7-47.

 

21 Lampu ting 10 buah Gabungan Laskar pertahanan Surakarta 14-10-47.

 

22 Piala 1 buah IPI 28-9-47.

 

23 Pesawat telepon 1 buah Gabungan Laskar pertahanan Surakarta 14-10-47.

 

24 Beri emas 1 buah PemerintahRI 9-9-47.

 

25 Pedang 20 buah Laskar Merah Markas Surakarta 17-10-47.

 

26 Plaquette 1 buah PPR. Kalurahan Gajahan 20-11-47.

 

27 Kuda 2 ekor Eskadron Cavaleri Divisi IV 24-7-47.

 

28 Plaquette 1 buah Panitia Panahan Surakarta 25-10-47.

 

29 Plaquette 1 buah Panitian pertahanan Rakyat Gajahan 21-11-47.

 

30 Uang Rp. 17.500 Berbagai badan 10 Jan s/d 30 Des 47.

 

 

 

1 Plaquette 1 buah TNI bag. Masyarakat 16-1-48.

 

2 Plaquette 1 buah Panitia Hawaian Cours Surakarta 28-1-48.

 

3 Plaquette 1 buah PO RI Surakarta 14-2-48.

 

4 Arca Perunggu 1 buah Fancy for bagian kewanitaan Surakarta 6-3-48.

 

5 Arca Perunggu 1 buah Panitia Pasar Derma cabang Surakarta 31-3-48

 

6 Nessel Merah Putih 6 buah Kepala Rumah Tangga Presiden 24-3-48.

BAGIKAN KE :