Hadapi Pandemi, Yayasan Al Khoiriyyah Surabaya SiapTerapkan Inovasi Pendidikan Abad 21

“ Maka ketika pandemic datang, kami tidak mengalami masalah dengan daring, karena semua murid kami telah familiar untuk mengakses pelajarannya secara mandiri di platform yang kami ciptakan bernama Alkhairiyah Sinau. Platform ini berisi amunisi kita dalam menjalankan KBM. Mulai video pembelajaran guru kami sendiri, PPT, Digital Library, ruang upload segala kreasi siswa, video informasi seputar alkhairiyah. “ Ujar Fatori Setiawan yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Singa Putih, Pasuruan.

Bagi Fatori, situasi pandemi saat ini tidak menjadi halangan bagi pihak yayasan Al Khoiriyyah. Sebagai guru kita harus menggunakan metode dan cara yang sesuai dengan masa anak didik kita saat ini. Sebagaimana kaidah ilmu tarbiyah wa ta’lim bahwa Metode lebih penting daripada materi, tapi guru lebih penting daripada metode, dan ruh seorang guru lebih penting dari guru itu sendiri.

Dan ruh seorang guru itulah yang kita kenal dengan Invasi dan Inovasi. Anak-anak harus kita siapkan untuk dapat mengambil peran di saat Artificial Intelligence telah hadir di tengah-tengah kita saat ini dan yang akan datang. Manusia tetap harus tetap memegang kendali atas semua perkembangan yang ada di muka bumi ini.

“ Kami teringat doktrin nilai yang sejak santri ditanamkan kepada kami sebagai Alumni Gontor bahwa siapa Malas Terlindas, Lambat Tertinggal, Berhenti Mati. Bahwa yang abadi adalah perubahan, maka kita harus bersiap dengan semua perubahan tersebut namun tidak serta merta meninggalkan nilai-nilai luhur yang telah ada.” Ungkap Fatori Setiawan yang menjadi Ketua Angkatan 621 saat di Gontor.(as/dd)

BAGIKAN KE :