PAKPAK BHARAT – LIPUTAN68.COM – Pecinta durian saat ini tentu sangat senang dengan datang musim durian yang sedang membanjiri banyak wilayah di seluruh pelosok Negeri. Salah satu Daerah penghasil buah yang terkenal dengan sebutan raja buah ini yakni Pakpak Bharat yang saat ini sedang memasuki musim panen raya buah durian. Daerah yang bertetangga dengan Provinsi Aceh ini memang sangat terkenal dengan buah duriannya yang legit dan wangi serta dengan tekstur dan warna yang sangat menarik.
Dibulan-bulan terakhir ini, sejumlah kecamatan di wilayah ini sedang mengalami masa puncak panen durian. Buah durian terlihat membanjiri beberpa ruas jalan diantaranya di Kecamatan Tinada, Sitellu Tali Urang Jehe serta Kerajaan yang memang terkenal sebagai pusat penghasil durian.
Banyaknya buah durian dipasaran tentunya berpengaruh pada nilai jual durian yang mau tidak mau mengalami penurunan drastic. Para petani durian mulai mengeluhkan turunnya nilai beli dari masyarakat pecinta durian.
Musim durian yang terjadi secara serentak tahun ini di berbagai wilayah sangat berpengaruh pada pendapatan kami para petani durian disini, durian jadi kurang laku, mungkin karena banyak juga durian lain dari daerah lain ya, kami juga agak kesulitan memasarkan buah ini, karena buah durian sangat rentan rusak dan cepat busuk sehingga menjadi sebuah kendala bila harus dikirim ke daerah lain yang agak jauh misalkan medan atau Jakarta yang menjadi pusat pemasaran durian, ungkap A Berutu, salah seorang petani durian di Sitellu Tali Urang Jehe.
Mengatasi masalah seperti ini, para pedagang dan engepul durian yang sengaja datang dari luar daerah mau tidak mau harus memutar otak guna menjaga kualitas dan mutu durian tetap terjaga sampai ketangan konsumen. Salah satunya dengan pemanfaatan “Unit Thermo King”, yakni truk dengan fasilitas pendingin yang aman untuk mengemas serta mengirim buah durian guna menjaga kualitas buah durian dalam waktu yang relative lama.
Seperti misalnya Sri br Sembiring, salah seorang pedagang durian asal Jakarta yang sengaja datang ke Daerah kecamatan Tinada guna mengumpulkan serta membeli buah durian dari masyarakat sekitar. Buah durian yang terkumpul selanjutnya dikemas kedalam truk pendingin ini untuk dikirim ke Jakarta.
