Budi Luhur Permaisuri Amangkurat I

Oleh: Dr Purwadi, M. Hum

Permaisuri Sinuwun Amangkurat I ada dua, yaitu Kanjeng Ratu Mas dan Kanjeng Ratu Kencana. Dua permaisuri ini berbudi luhur, ramah tamah dan peduli rakyat.

A. Kanjeng Ratu Mas Surabaya.

1. Kanjeng Ratu Mas atau Kanjeng Ratu Surabaya, nama kecilnya Raden Ajeng Siti Komariah. Ramah dan murah pada sesama.

2. Kanjeng Ratu Mas Surabaya, putri Pangeran Pekik Bupati Surabaya. Ibunya bernama Ratu Pandansari, adik Sultan Agung raja Mataram 1613-1645. Keluarga ini guyub rukun ayem tentrem.

3. Kanjeng Ratu Mas, karena lahir dan besar di Surabaya, maka disebut Kanjeng Ratu Surabaya. Karena berasal dari bang wetan, maka disebut Ratu Wetan. Seorang putri yang pintar usaha. Menjabat sebagai komisaris Pelabuhan Tanjung Perak, Pabrik garam Kalianget Madura, pengolahan migas Sumenep dan kebun buah di Malang. Lapangan kerja luas, rakyat pun puas.

4. Kanjeng Ratu Mas menikah dengan Sinuwun Amangkurat Agung tahun 1644. Mendampingi Amangkurat I sejak dinobatkan tahun 1745. Raja gung binathara mbahu dhendha nyakrawati, ambeg adil para marta, ber budi bawa laksana, memayu hayuning bawana.

5. Pernikahan Amangkurat dengan Kanjeng Ratu Mas Surabaya lahir Raden Mas Rahmat Abdullah. Disebut juga Raden Rahmat Kuning. Orang Surabaya menyebut Cak Ning. Wataknya andhap asor.

6. Cak Ning atau Raden Mas Rahmat Abdullah tahun 1675 tinggal di Lesmana Ajibarang Banyumas. Mendampingi Sinuwun Amangkurat I membangun proyek DULANGMAS, Kedu Magelang Banyumas. Demi kemakmuran rakyat.

7. Tahun 1677 Amangkurat I wafat, surut ing tepet suci, manjing ing suwarga jati. Raden Rahmat Abdullah dinobatkan menjadi raja Mataram. Masa pemerintahan yang cemerlang.

8. Raden Rahmat Abdullah bergelar Sri Susuhunan Amangkurat Amral. Raja Mataram ini lahir dan besar di Surabaya, maka disebut juga Amangkurat Surabaya. Tiap hari gotong royong.

9. Amangkurat Amral atau Amangkurat Surabaya disebut Amangkurat II. Tahun 1677 ibukota Mataram pindah dari Plered ke Kartasura. Pindahan ibukota disokong penuh oleh pengusaha Surabaya, Madura dan Makassar. Bisnis pun berjalan lancar.

10. Keluhuran budi garwa prameswari Sri Susuhunan Amangkurat Agung ini menjadi teladan. Budi pekerti yang memancarkan kawibawan kawidadan kabagyan sarta kamulyan.

11. Amangkurat Surabaya atau Amangkurat Amral yang memimpin Mataram Kartasura memang hebat. Tanah Jawa arum kuncara ngejayeng jagad raya. Bebasan kang cerak manglung, kang tebih mentiyung.

12. Kanjeng Ratu Mas Surabaya wafat tahun 1652. Saat itu putranya Raden Rahmat Abdullah atau Cak Ning berusia 6 tahun. Dimakamkan di Pajimatan Girilaya Imogiri Yogyakarta. Hidup serba aman damai.

BAGIKAN KE :