Bantu Tana Tidung Cegah Learning Loss di Masa Pandemi COVID-19, FORMALINDO Diganjar Penghargaan

Lebih lanjut Anindito mengatakan Tana Tidung mengadopsi kurikulum yang disederhanakan oleh pemerintah pusat. Ini menunjukkan komitmen untuk fokus pada pembelajaran yang lebih esensial. Tidak hanya itu Tana Tidung juga memfasilitasi terbentuknya tim fasilitator daerah yang bekerja sama dengan Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) dan Tanoto Foundation.

Tana Tidung juga melakukan adaptasi materi dari pusat agar lebih sesuai dengan konteks lokal, dan menguatkan kapasitas guru dalam melakukan pembelajaran yang sesuai tahap kemampuan siswa.

Ia memuji Tana Tidung karena melatih guru dan memberi kesadaran tentang pentingnya mengetahui tingkat kemampuan murid di awal pembelajaran dengan melakukan assessment diagnostik. Pemerintah Tana Tidung juga memfasilitasi kolaborasi melalui KKG dan MGMP yang didukung komitmen anggaran dari pemerintah daerah. Inovasi dari Tana Tidung ini diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain. “Ini menunjukkan pemda memiliki peran penting dalam mentransformasikan pendidikan, peran yang tidak mungkin digantikan oleh pemerintah pusat,” terangnya secara virtual dalam acara HGN 2021.

Studi Bank Dunia yang dirilis September 2021, memperkirakan learning loss memicu penurunan hasil pembelajaran siswa Indonesia mencapai 0,9-1,2 tahun pembelajaran. Padahal, sebelum pandemi saja lama bersekolah siswa Indonesia rata-ratanya hanya 12,4 tahun atau setara kelas 3 SLTA. Sedangkan kemampuan belajar hanya setara dengan 7,8 tahun pembelajaran atau setara kelas 2 SLTP. Sedangkan studi Puslitjak Kemdikbudristek menemukan siswa kelas awal (siswa kelas 1-3 SD) mengalami learning loss di bilang literasi dan numerasi sampai 6 bulan lamanya. Jika kondisi ini tidak direspons serius, maka anak-anak yang mengalami learning loss akan mengalami dampak negatif di bidang sosial dan ekonomi. Mereka bisa kehilangan pendapatan tahunan sebesar Rp. 7 juta saat dewasa nanti.

Forum Masyarakat Literasi Indonesia (FORMALINDO), merupakan organisasi nirlaba yang dibentuk di Sumatera Utara. FORMALINDO bertujuan mempromosikan dan mengembangkan program literasi di tengah masyarakat. FORMALINDO menggunakan pengalaman dan hasil baik dari program USAID PRIORITAS, sebuah program pendidikan yang didanai Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID). Program ini diimplementasikan tahun 2012- 2017 dengan tujuan membawa pendidikan berkelas dunia kepada banyak siswa di Indonesia.

(LM-01)

BAGIKAN KE :