“Kemajuan olahraga itu kuncinya hanya satu, yakni kita sama-sama bersatu untuk meraih prestasi. Lebih baik setiap masalah yang ada kita selesaikan secara kekeluargaan, apalagi kita mau menyongsong tahun baru dan tentunya dengan semangat yang baru untuk kemajuan olahraga Sumut,” pungkasnya.
Senada, Anggota Komisi E DPRD Sumut, Jafaruddin Harahap meminta agar polemik antara Gubsu Edy dan Choki ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan. Menurutnya, secara umum tidak ada yang diuntungkan jika polemik dimaksud terus berlarut.
“Media pun kita harap tidak ikut membesar-besarkan pemberitaan tentang ini, sebab kita harus membangun persatuan dan kesatuan jika olahraga di Sumut ingin maju serta para atlet dan semua yang terlibat di dalamnya punya kehidupan sejahtera,” katanya.
Apalagi, ujar politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini, Pemprov Sumut secara perlahan terus memberi atensi lebih untuk kesejahteraan para insan olahraga. Baik melalui pemberian tali asih bagi atlet dan pelatih berprestasi di PON Papua lalu, maupun dalam bentuk dukungan anggaran kepada KONI Sumut.
“Saya kira dengan begitu, kita harus saling support demi kemajuan olahraga Sumut sekaligus untuk hidup yang lebih baik bagi atlet, pelatih, dan semua yang terlibat memajukan olahraga di wilayah ini,” ajak Jafar.
Informasi yang diperoleh wartawan, Choki dan para pelatih lainnya telah menerima tali asih dari Pemprov Sumut yang anggarannya dihibahkan melalui KONI Sumut, karena telah berhasil membawa harus nama Sumut saat PON Papua lalu. Terkhusus Choki, diketahui senilai Rp100 juta telah ditransfer ke rekeningnya atas hasil kerja kerasnya meraih 12 medali melalui para atlet biliar dalam PON XX tersebut.
Seperti diketahui, publik sebelumnya dihebohkan dengan tindakan Gubernur Edy yang mengusir pelatih biliar Sumut, Khairuddin Aritonang (Choki) karena tak ikut bertepuk tangan saat ia memberi sambutan dalam acara pemberian tali asih atlet Sumut berprestasi di PON XX Papua, Senin (27/12) sore.
Bahkan dalam video yang beredar, terlihat Gubernur Edy menjewer kuping pelatih itu. Oleh gubernur, Choki disebutnya tertidur dan seolah bukan bagian dari olahragawan.
Tindakan gubernur itu pun mengundang reaksi dari berbagai pihak. Choki sendiri turut bereaksi, yang menurutnya tidak seharusnya gubernur memperlakukan pelatih yang telah turut mempersembahkan medali pada PON lalu dihadapan khalayak. (LM-02)
TEKS FOTO
DAMPINGI: Ketua KONI Sumut, Jhon Ismadi Lubis (tiga dari kanan), mendampingi Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi saat menutup secara resmi Kejuaraan Cabang Olahraga Bulutangkis Tingkat Provinsi Sumut di Gedung Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Sumut Jalan PBSI, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Kamis (30/12/2021). ISTIMEWA
