JAKARTA — LIPUTAN68.COM — Pemprov Sumut terus menggedor pemerintah pusat melalui kementerian/lembaga terkait dalam hal rencana pengembangan destinasi wisata Bukit Lawang-Tangkahan, Kabupaten Langkat pada tahun anggaran 2022 ini.
Terkini, melalui Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah (Ijeck), meminta dukungan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) di Jakarta, Kamis (6/1/2022).
Kehadiran Wagub Ijeck disambut langsung Mendes PDTT RI, Abdul Halim Iskandar. Sebelumnya Ijeck juga menemui Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Salahuddin Uno meminta dukungan terkait sektor parekraf di lokasi yang sama.
“Tujuan kemari kaitannya dengan pembangunan desa-desa di Sumut menuju desa wisata khususnya Bukit Lawang dan Tangkahan. Kita komunikasi dengan mendes PDTT dan meminta dukungan, pendampingan yang selama ini juga telah dilakukan di sekitar Danau Toba,” ujar dia.
Dalam pertemuan itu, Ijeck menjelaskan ada tujuh desa di Kecamatan Bahorok dan Kecamatan Batang Serangan yang akan dikembangkan untuk mendukung destinasi Bukit Lawang dan Tangkahan yang nantinya akan dikelola oleh badan usaha milik desa (BUMDes).
Selain hutan dan sungai, Bukit Lawang dan Tangkahan kata Ijeck memiliki hewan endemik orangutan dan gajah. Semua potensi yang telah ada ini, hemat dia, bisa didorong untuk membangun home stay.
“Selain itu perlu pengembangan dan pembangunan lain yang tidak memanfaatkan hutan, tapi memanfaatkan lahan masyarakat atau desa itu sendiri,” ujarnya.
Gus Halim sapaan Mendes PDTT, didampingi Dirjen Pembangunan Desa dan Pedesaan, Sugito dan Staf Khusus Ahmad Iman menyambut baik apa yang dipaparkan Ijeck. Pihaknya mengaku mendukung pengembangan potensi desa wisata di Sumut khususnya di Bukit Lawang dan Tangkahan dan akan bergerak memastikan prioritas desa mana saja yang paling memungkinkan dijadikan sebagai pilot project.
“Kami siap mendukung dan dampingi, kita akan mengirim tim untuk memastikan prioritas yang paling memungkinkan dilakukan percepatan sebagai pilot project, termasuk pemanfaatan dana desanya oleh BUMDes,” ujar Gus Halim.
Mendengar paparan terkait potensi yang dapat dimanfaatkan juga dikembangkan di Bukit Lawang dan Tangkahan, ia mengaku antusias. Saat ini, sebutnya, Kemendes PDTT tengah menyiapkan aplikasi Desa Wisata Nusantara serta buku pedoman untuk BUMDes dalam hal pengelolaan usahanya.
Kemenparekraf Siap Dampingi
Adapun sebelumnya saat menemui Menparekraf, Sandiaga Uno, Wagub Ijeck memaparkan berbagai potensi dari pengembangan wisata Bukit Lawang-Tangkahan di Langkat, hingga rencana gelaran event bertaraf internasional, sport tourism World Rally Championship (WRC) di Kawasan Danau Toba pada 2023 mendatang.
Ijeck menyebut, destinasi wisata yang sudah dikenal wisatawan mancanegara ada Nias, Bukit Lawang dan Tangkahan.
“Kenapa kami mendorong Bukit Lawang dan Tangkahan, karena potensinya luar biasa di sana ada orangutan juga ada Taman Gunung Leuser yang memang sebelum pandemi sudah banyak sekali dikunjungi turis mancanegara. Masyarakatnya juga sudah terbiasa menerima tamu mancanegara,” paparnya.
Sementara itu, untuk mendorong kunjungan ke Danau Toba yang telah ditetapkan pemerintah pusat sebagai destinasi wisata super prioritas, Ijeck juga menyampaikan terkait event WRC yang dahulu pernah sukses dibuat pada Tahun 1996-1997 di Danau Toba.
“Kita sudah punya sirkuit sehingga tidak memakan biaya yang mahal untuk menggelar WRC ini, kami berharap WRC bisa kembali lagi ke Sumut,” katanya. Ia mendorong gelaran ini bukan semata-mata karena dirinya pereli, tapi karena memang manfaatnya akan besar untuk perekonomian masyarakat.
Kehadiran pihaknya ke Kemenparekraf untuk meminta dukungan atas keterbatasan yang dimiliki Pemprov Sumut, baik itu dalam anggaran untuk pembangunan infrastruktur, sarana dan prasarana, pengalaman, konsep dan lainnya.
Merespon itu, Sandiaga Uno menyambut baik program hingga rencana even yang akan dilakukan Pemprov Sumut untuk menarik wisatawan melalui sport tourism WRC. Ia mengaku, saat ini Kemenparekraf tengah mendorong desa-desa wisata di Sumut.
Sebelumnya dua desa di Sumut, sebut dia, Desa Huta Tinggi di Kabupaten Samosir dan Desa Tipang di Kabupaten Humbang Hasundutan terpilih dalam Anugerah Desa Wisata 2021. Pihaknya mendorong agar desa-desa lain di Sumut juga bisa berkembang sehingga potensinya bisa dikenal seperti Bukit Lawang dan Tangkahan yang merupakan ekowisata berkelanjutan.
“Even juga sangat penting dan WRC sangat bagus sekali. Kita siap mendukung,” ujarnya.
Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Vinsensius Jemadu juga mengaku siap memberikan pendampingan apalagi pemerintah saat ini memang mendorong sustainable ecotourism atau pariwisata yang berkelanjutan seperti Bukit Lawang dan Tangkahan.
“Kami sudah punya pedoman untuk pengembangan destinasi berkelanjutan, nanti kami share pedoman ini dan kami siap memberi pendampingan untuk tata kelola destinasi ini,” ujarnya. (LM-02)
TEKS FOTO
TEMUI: Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah temui Mendes PDTT RI, Abdul Halim Iskandar di Kantor Kementerian Desa PDTT, Kalibata, Jakarta, Kamis (6/1/2022). ISTIMEWA
