PACITAN – Kepolisian Resor (Polres) Pacitan lakukan penyelidikan terkait beredarnya video viral dugaan pembantaian lumba-lumba yang terjadi di perairan Pacitan.
Sebelumnya beredar video viral di akun Instagram @ndorobei_official memperlihatkan dugaan pembantaian sejumlah lumba-lumba di Laut Pacitan. Di dalam video itu, terlihat tujuh ekor lumba-lumba tergeletak di atas kapal. Bahkan ada lumba-lumba yang sudah terpotong ekornya.
Kepala Polres Pacitan AKBP Wiwit Ari Wibisono saat berbincang dengan awak media, Senin (10/1/202) di Pacitan mengatakan pihaknya memeriksa sebanyak 23 Anak Buah Kapal (ABK) terkait peristiwa tersebut.
Dari hasil pemeriksaan, Kapolres Wiwit mengatakan para ABK tersebut tidak mengetahui bahwa di jaringnya ada lumba-lumba.
Hasil pemeriksaan dari 23 ABK semua menyatakan atau memberikan keterangan, kesaksiannya bahwa lumba-lumba itu tersangkut jaring, jadi mereka tidak mengetahui bahwa di jaringnya ada lumba-lumba,”kata Kapolres.
Lebih lanjut, Kapolres mengatakan para ABK tersebut mengakui bahwa baru mengetahui saat jaring diangkat
“Proses taruh di geladak, dilepaskan dari jaringnya, disiram air langsung dikembalikan lagi ke laut lepas, berarti (dari hasil pengakuan ABK) unsur kesengajaannya tidak ada,”tandas Kapolres.
