Jembatan Gantung Penghubungan Paya Rengao-Tanah Pinem 125 M Segera Dibangun

TANAH PINEM – LIPUTAN68.COM –  Bupati Dairi Dr Eddy Keleng Ate Berutu berkunjung ke Desa Tanah Pinem, Rabu (26/1/2022). Bertempat di los Tanah Pinem, bupati menyampaikan rencana pembangunan infrastuktur di Kecamatan Tanah Pinem. Ada 3 perwakilan desa yang hadir dalam pertemuan itu yakni Desa Lau Lebah, Desa Tanah Pinem dan Mangan Molih.

Bupati Dairi mengatakan, tahun 2022 banyak program pemerintah yang sudah di plot di Tanah pinem. Mulai dari pembangunan jalan hotmix, pemeliharaan jalan, rebab sekolah, penyelesaian persoalan pupuk dan pembangunan jembatan gantung di Tanah Pinem.

Bupati menjelaskan, pembangunan dilakukan secara bertahap dan mengutamakan skala prioritas.

“Bapak itu sekalian untuk tahun 2022 banyak program pembangunan yang dilakukan di Kecamatan Tanah Pinem, Gunung Sitember dan Tigalingga. Namun perlu saya jelaskan bahwa pembangunan dilakukan pemerintah secara bertahap karena ketersediaan anggaran. Kemudian anggaran kita banyak dialihkan untuk penanganan covid 19,” katanya.

Secara khusus di Tanah Pinem, tahun 2022 ini ada beberapa skala prioritas yaitu pembangunan jembatan gantung di Desa Tanah Pinem. Jembatan yang diperkirakan 125 meter bisa menghubungkan antara Dusun Paya Rengao-Desa Lau Lebah dan Tanah Pinem.

“Saya bapak ibu sekalian bahwa pembangunan jembatan itu sangat dibutuhkan. Jembatan itu sudah didambakan selama puluhan tahun. Semoga tahun ini tidak ada kendala dan bisa kita bangun. Saya juga mendengar langsung jembatan itu bisa menghubungkan dua kecamatan yakni antara Gunung Sitember dengan Tanah Pinem,” terangnya.

Eddy Berutu menjelaskan, jika pembangunan jembatan itu terwujud keuntungan pertama yang didapatkan masyarakat adalah akses cepat dari Desa Lau Lebah ke Tanah Pinem. Kemudian petani mudah mengangkut hasil pertanian dari ladang. Selain itu, banyak lokasi perladangan baru yang terbuka. Tentu ini sangat menguntungkan petani.

“Banyak sekali untuknya jika pembangunan segera terlaksana. Saya akan terus meminta dinas PUTR untuk memantaunya. Pembangunan ini diimpikan oleh masyarakat,” katanya.

Bupati mengatakan, jika terwujud jembatan di Paya Rengo menjadi primadona wisata baru karena panjangnya. Ia mengatakan, jembatan ini akan menjadi jembatan terpanjang di Kabupaten Dairi.

Eddy Berutu mengatakan, proses pembangunan mudah-mudahan tidak ada kendala.

BAGIKAN KE :