MEDAN – LIPUTAN68.COM – Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara berkomitmen untuk mengembangkan dan memperkuat keselamatan wisata tirta. Kedua pihak berkomitmen untuk bekerjasama dalam kepentingan kemanusiaan.
“Keselamatan wisata tirta adalah kebutuhan. FAJI ada di 17 kabupaten/kota di Sumatera Utara, memiliki sumber daya manusia dan lainnya untuk mendukung pemerintah daerah dalam aspek keselamatan tirta,” kata Ketua Umum Pengprov FAJI Sumut, Ir H Soekirman, saat bertemu Kepala BPBD Sumut Abdul Haris Lubis di Jalan Binjai-Medan, Rabu (26/1/2022).
Soekirman didampingi Sekretaris FAJI Sumut Elwin Reza Pahlevi, Wakil Ketua FAJI Adi Pandawa dan sejumlah pengurus lainnya. Sementara, Haris didampingi Plt Sekretaris BPDB Sumut Gelora Viva Sinulingga dan Kabid Penanganan Darurat, Peralatan dan Logistik, Fahri Azhari.
Saat ini kata dia, Sumut menerima mandat dari Pengurus Pusat Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) untuk membentuk Balawista di Sumut. Sejumlah peristiwa wisatawan yang tenggelam atau mengalami kecelakaan di lokasi wisata tirta, menurutnya dapat dikurangi dengan keberadaan penyelamat (lifeguard) di arena wisata air.
“Kami ingin bersinergi dengan BPBD Sumut dalam konteks kebencanaan dan kemanusiaan tentunya,” ujar Soekirman.
Sementara Sekretaris FAJI Sumut, Elwin Reza Pahlevi yang juga penerima mandat Balawista Sumut, menambahkan, untuk memaksimalkan keselamatan wisata tirta ini, ke depan diperlukan regulasi yang dapat mengikat semua pemangku kepentingan yang terlibat. Selain menyediakan sarana wisata, pengelola juga perlu memastikan keberadaan petugas penyelamatan yang berkompetensi.
