B. Perjuangan Pangeran Hadlirin
Putri Sultan Demak Bintara bernama Kanjeng Ratu Kalinyamat. Bersuami Pangeran Hadlirin yang berjuang untuk kejayaan Kasultanan Demak Bintara. Jasa dan perjuangan amat besar.
Ajaran Syekh Siti Jenar diteruskan oleh Kanjeng Ratu Kalinyamat. Bupati pertama Jepara ini terkenal karena rajin bertapa.
Pangkur
Nimas Ratu Kalinyamat,
Tilar wisma sumengka angganing wukir,
Tapa wuda sinjang rambut,
Neng gunung Danaraja,
Apratignya tan arsa tapihan ingsun,
Yen tan antuk adiling Hyang,
Patine sedulur mami.
Putri Sultan Trenggana, Kanjeng Ratu Kalinyamat berguru pada Sunan Kalijaga dan Syekh Siti Jenar. Bersama dengan Pangeran Hadlirin berjuang untuk menegakkan nilai kebenaran dan keadilan.
Sunan Kalijaga bersabda manis,
heh Sitibang aku singkat saja,
banyak berselisih tidak ada guna,
hanya dua hal kata-kata dariku,
pilihlah salah satu,
hidup atau mati,
jangan bimbang hatimu,
mengertilah Pangeran Sitibang,
sia-sia saya tidak mau disuruh mati,
hanya memunculkan duka cita.
Saya pilih hidup yang tidak mati,
jadi abadi tidak mau ini dan itu,
tetapi menurut keinginan saya sendiri,
tidak perlu menjadi wali atau raja,
yang memberi kehidupan,
seperti bukan pemimpin,
harus mencari pertolongan,
kepada sesama manusia,
jika Sitibang tidak lama mencari hidup,
lihatlah saat ini.
Saya kembali sendiri ke alam hidup,
Sunan Bonang menjawab,
Jenar bagaimana caranya,
kamu hendak mulai hidup,
kisahkan caranya,
tersenyum Sitijenar,
apakah engkau tidak tahu,
wajar engkau senang di dunia,
kalau Sitibang tidak sukar kembali ke alam nyata,
setiap hari saya berlatih.
Dengarkanlah hai para wali,
saya kisahkan cara memulai hidup,
asalnya dari maul khayat, air penghidupan,
yaitu air kamandanu,
atau air penghidupan,
hakekatnya hanya satu,
kemudian dibagi tiga,
tiga kemudian dibagi sembilan,
tetapi yang terpenting harus mengetahui hakekat hidup,
kedua tahu kodrat kehidupan.
Sehingga harus menutup air penghidupan,
yang tiga warna harus ditutup bersamaan,
penglihatan dan pendengaran,
ketiga penciuman,
karena itulah hakekat budi,
budaya panca indria,
telah ikut terpikat terbebaskan,
terbawa sampai ke pusat hati,
sewaktu terkumpul membulat jadi satu,
jadilah Suksma mulia.
Tepatnya rasakan sendiri,
kalau semua tidak kau ketahui,
wali mentah tanpa arti,
kalau engkau hendak mengetahui,
kekuasaan air penghidupan,
yaitu kelengkapan badan,
terhadap badanmu,
karena itu punya rasa perasaan,
dan lagi daging mentah tidak busuk,
karena maul khayat.
Jika ingin tahu hakekat kenyataan
tutuplah air bening tersebut,
tidak terlalu sulit,
mudah dan sulit itu,
mudah jika sudah tahu,
pentrapan tujuan,
membongkar dan mengumpulkan,
bersatunya asal dan tujuan
yang bernama turun naiknya kehidupan, tanajul tarki, cokro manggilingan hidup manusia,
yang dapat diterapkan di segala tempat.
Hari Sabtu Kliwon tgl 29 Januari 2022 menjadi sejarah peradaban. Joglo Hadipuran Sukodono Tahunan Jepara tempat pelestarian ilmu kasampurnan. Sesuai dengan falsafah ilmu iku kelakone kanthi laku.
Kanjeng Ratu Kalinyamat putri Sultan Trenggana adalah pewaris ajaran Syekh Siti Jenar. Bersama dengan Pangeran Hadlirin berdarma bakti buat ibu pertiwi. Penguasa dan Pengusaha Kasultanan Demak Bintara membantu Joko Tingkir mendirikan Kerajaan Pajang tanggal 24 Juli 1546.
Syekh Siti Jenar guru yang berpengaruh di Tanah Jawa. Ratu Kalinyamat penyebar ajaran ilmu kasampurnan di kawasan pesisir.
Pangeran Hadlirin, suami Ratu Kalinyamat seorang pengusaha sukses yang berjasa besar terhadap masyarakat pesisir. Mantu Sultan Trenggana dari Aceh ini selalu menyumbang kekayaan buat kejayaan bangsa.
