Bupati juga menjelaskan bahwa pihaknya akan terus mengupayakan pelaksaan vaksinasi anak ini secepat mungkin. Hal ini dirasa sangat perlu mengingat bahwa pelaksanaan proses pembelajaran tatap muka akan segera dilaksanakan.
Sesuai petunjuk dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bahwa hanya anak yang telah terlindungi oleh vaksin covid-19 lah yang diijinkan untuk mengikuti pembelajaran tatap muka. Tingkat literasi anak kita belakangan ini sangat merosot tajam, hal ini semakin diperparah oleh adanya kebijakan untuk melaksanakan proses belajar mengajar secara online yang dirasa sangat kurang efisien, hal ini tentunya menjadi hambatan tersendiri dalam upaya kita untuk membangun dan mempersiapkan generasi emas Pakpak Bharat dimasa yang akan datang, nah dengan adanya vaksinasi ini mudah-mudahan anak-anak akan selalu sehat dan dapat segera kembali kebangku sekolah, dan oleh karenanya melalui forum ini juga saya menghimbau kepada seluruh orang tua agar segera membawa anak-anaknya ke fasilitas kesehatan, puskesmas dan sebagainya untuk segera diberikan suntikan vaksiansi covid-19, pesan Bupati kemudian.
Guna membantu membangkitkan animo masyarakat khususnya anak-anak yang akan mendapatkan suntikan vaksin, para petugas menerapkan berbagai upaya pendekatan diantaranya dengan membagikan aneka makanan ringan, permen serta hiburan bagi anak-anak. Boneka badut yang terkenal dengan kelucuannya turut dihadirkan guna menghibur anak-anak yang rata-rata takut dengan jarum suntik.
Kita sengaja mendatangkan boneka badut ini, harapan kita anak-anak tidak merasa takut saat diberikan suntikan vaksin, rasa takut bagi sianak ini yang menjadi kendala utama kuta dalam pelaksanaan vaksinasi anak ini, tapi syukur sampai saat ini belum kita temukan kendala yang berarti, meskipun anak-anak awalnya takut ya kita bujuk dan sebagainya sehingga bersedia disuntuik vaksin, jelas Kepala Puskesmas Salak, Sudi Anto Bancin, SKM dilokasi kegiatan.
(LM-01)
