Pemkab Pakpak Bharat Perkenalkan Budidaya Ikan Dengan Teknologi Bioflok

PAKPAK BHARAT – LIPUTAN68.COM – Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat dibawah kepemimpinan Franc Bernhard Tumanggor,  terus melakukan upaya dan inovasi terbaru ke Kabupaten Pakpak Bharat, khususnya dalam rangka peningkatan ketahanan pangan dari berbagai  sektor, seperti sektor pertanian, perikanan dan sektor lainnya, yang nantinya akan bermuara pada kesejahteraan masyarakat.

Terkini, Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat akan mengembangkan budidaya ikan dengan teknologi sistem bioflok. Teknologi tersebut telah banyak diterapkan diluar Provinsi Sumatera Utara.

Hal ini disampaikan Bupati Franc Bernhard Tumanggor, didampingi oleh kadis pertanian, Jabendeus Banjarnahor, SP, usai menerima kunjungan Balai Perikanan Budidaya Laut Batam, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya,KKP, di Pendopo Bupati Pakpak Bharat, Salak Rabu (08/03).

Agung Darmono,S.Pi,Perekayasa Madya, Balai Perikanan Budidaya Laut Batam, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya,KKP, menjelaskan Sistem Bioflok adalah salah satu teknologi budidaya ikan, yakni suatu teknik budidaya melalui rekayasa lingkungan yang mengandalkan pasokan oksigen dan pemanfaat mikroorganisme yang secara langsung dapat meningkatkan nilai kecernaan pakan.

Prinsip kerja bioflok adalah mengubah senyawa organik dan anorganik yang mengandung karbon, hidrogen, oksigen, dan nitrogen menjadi massa lumpur atau sludge. Cara ini didapatkan dengan menggunakan bakteri pembentuk flok yang memiliki sifat biopolymer polihidroksil alkanoat sebagai ikatan bioflok tersebut.

” untuk di Provinsi Sumatera Utara,Sistem Bioflok ini baru diterapkan di dua kota yaitu di Kabupaten Pakpak Bharat dan kota Siantar” katanya.

Menurut  Agung Darmono,S.Pi,  Penerapan sistem bioflok melalui rekayasa lingkungan dengan mengandalkan suplai oksigen dan pemanfaatan mikroorganisme mampu menjadikan hasil panen melonjak tiga kali lipat dibanding sebelumnya.

“Jika kita perbandingkan dengan budidaya sistem konvensional adalah sistem bioflok ini tidak banyak memakan tempat sehingga untuk daerah perkotaan juga sangat cocok diterapkan. Sistem bioflok ini juga hemat air karena tidak ada pergantian air tetapi hanya memerlukan penambahan air sedikit  setiap hari saja serta bisa memelihara dengan kepadatan tinggi.

BAGIKAN KE :