B. Papan Dunung Kahyangan Dlepih
Tata cara jangkep genep genah. Kahyangan Dlepih Tirtomoyo Wonogiri merupakan papan wigati. Terutama bagi sekalian turun Kraton Mataram.
1. Watu Bethek.
Bagian terdepan bernama watu bethek. Pelataran Kahyangan Dlepih berjajar jajar bebatuan yang tertata rapi.
2. Selo Matangkep.
Nama selo matangkep mirip pintu gerbang Kahyangan Junggring Salaka. Air gemericik membuat suasana magis. Ki Ageng Sidik Permono turun Nyi Ageng Uju pernah bertugas menjaga Selo Matangkep. Seperti penjaga keamanan Kahyangan Suralaya, Cingkarabala dan Balaupata.
3. Watu Payung.
Terdapat kamar untuk Panembahan Senapati saat bertemu dengan Kanjeng Ratu Kencana Sari atau Kanjeng Ratu Kidul. Air terjun meluncur deras dari atas gunung. Cocok untuk siram jamas.
4. Pasiraman.
Siram jamas atau thaharah dengan air suci yang mensucikan. Sepanjang masa air mengalir tiada henti. Mangsa ketiga mangsa kerendheng air bersumber terus. Mengalir sampai kawasan Donoloyo dan bertemu di Kali Keduwang. Berlanjut ke Bengawan Solo, yang terkurung di pegunungan seribu.
5. Pasalatan.
Ukuran 3 M cocok untuk melakukan shalat. Tafakur tadzakur dan tadabur guna mendekatkan diri kepada Tuhan. Sinuwun Prabu Hadi Hanyakrawati sewaktu dinobatkan tahun 1601 melakukan shalat hajat di pesalatan Kahyangan Dlepih. Tentu dengan didampingi oleh ulama Kraton Mataram. Megeng napas mbendung swara, sajuga kang sinidhikara. Ana rupa tan den dulu, ana swara tan den rungu, ana ganda tan ingambu.
Siang itu, Sabtu Pahing 12 Maret 2022 jam 13. Shalat dhuhur dilakukan dengan khusyuk. Sinar matahari terang benderang. Langit berwarna biru. Burung berkicau di pepohonan. Pantulan cahaya matahari mengenai aliran sungai. Perpaduan cahaya dan air bening berwujud keindahan. Alam kang endah asri anglam lami.
Tertera dalam batu Selo Payung nama Nyai Widiyo Nonggo. Pojok ada genthong padasan. Dekat dengan lokasi pasiraman. Sultan Agung Hanyokro Kusumo raja Mataram tahun 1613-1645. Kitab Sastra Gendhing disusun di Kahyangan Dlepih. Dilanjutkan dengan menulis serat nitipraja. Keterangan tentang kawruh panembah jati dituangkan dalam serat pangracutan.
Pujangga Ranggawarsita menulis Serat Pustaka Raja Purwa tahun 1837 di Kahyangan Dlepih. Inspirasi tentang kehidupan para dewa. Serat witaradya disusun untuk menerangkan konsep kepemimpinan. Sri Mangkunegara IV menulis Serat Wedhatama tahun 1858 dalam rangka akarana karenan mardi siwi.
Nguri nguri tradisi Jawi. Sesepuh spiritual Jawa yang mumpuni dari Baturetno Wonogiri. Beliau adalah KRAT Edi Basuki Montro Suwiryo Hadinagoro. Dari jauh selalu kontak batin. Hidup ini agar selalu ayu hayu rahayu.
