DENPASAR, liputan68.com | Berkembangnya Sampradaya luar di Bali belakangan ini ternyata mendapat perhatian serius dari Brigadir Jendral Polisi (Pur) Drs. I Gede Alit Widana, SH, MSi.
Mantan Waka Polda Bali yang kini masuk ke Partai Demokrat ini bersikap tegas tidak mengayomi Sampradaya Hare Krisna dan Saibaba di lingkungan Hindu Bali dan Hindu Nusantara, demi ajegnya Dresta Bali.
Bahkan sikap tegasnya ini dibuktikan saat dirinya terlibat langsung menjadi Ketua Sabawalaka PHDI Samuan Tiga.
Prinsip perjuangan Sabawalaka PHDI Samuan Tiga ini menurut Alit Widana adalah mengajegkan Dresta dan Adat Budaya Bali dari rongrongan idiologi trans nasional, yakni Sampradaya Hare Krisna dan Saibaba. Tentunya perjuangan ini bersama masyarakat Bali.
“Sejak munculnya Sampradaya Hare Krisna dan Saibaba ini, kami bersama rakyat telah berjuang mengajegkan Dresta dan Adat Budaya Bali. Ini sikap saya selaku pribadi dan mewakili masyarakat Bali,” tegasnya kepada tim liputan68.com, Minggu (3/4/2022).
