MEDAN — LIPUTAN68.COM — Tak bisa dipungkiri salah satu masalah yang masih hangat jadi sorotan umat Islam di Republik Indonesia saat ini, adalah wacana pemerintah hilangkan frasa madrasah dari Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional atau Sisdiknas yang tengah dibahas DPR RI.
Menurut Sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) DPRD Sumut, Ahmad Hadian, dihilangkannya kata madrasah dalam draf UU Sisdiknas bukanlah hal sepele, meskipun Mendikbudristek RI, Nadiem Makarim telah mengklarifikasi bahwa madrasah akan tetap ada pada bagian penjelasan dari UU dimaksud.
“Namun menurut saya tidak sesederhana itu. Biarlah pasal 17 ayat 2 UU Sisdiknas yang lama itu jangan diubah karena di situ dimuat tentang bentuk lembaga pendidiikan dasar itu berupa SD/MI dan SMP/MTs. Itu sudah mengakomodir dan menghormati kearifan lokal negeri ini,” kata Kang Hadian, sapaan karibnya kepada wartawan di Medan, Minggu (3/4/2022).
Selaku alumni madrasah dan juga mantan guru madrasah, dirinya begitu keberatan jika madrasah dihilangkan dari sistem pendidikan nasional.
Terlebih, sejak zaman dahulu bangsa ini sangat familiar dengan keberadaan madrasah dan telah memberikan sumbangsih sangat besar bagi pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia.
Kata Kang Hadian, banyak alumni-alumni madrasah kini menjadi pemimpin dan penentu arah kebijakan negara.
“Jika itu diganti dan dihilangkan, dikhawatirkan nantinya madrasah akan menjadi lembaga pendidikan kelas dua di bawah lembaga sekolah umum di negeri yang mayoritas muslim ini yang kemudian akan terjadi kesenjangan prioritas pendidikan kita,” ujar sekretaris Komisi B DPRD Sumut ini.
Pendiri Bengkel Motivasi ini menyebut, saat Presiden Jokowi terus mengampanyekan Gerakan Revolusi Mental, seharusnya para pembantu presiden yaitu menteri dan aparatur negara lainnya mendukung ini.
Dan Madrasah, sebut Kang Hadian, telah terbukti merupakan salah satu sarana pendidikan yang efektif bagi proses pembinaan mental anak bangsa karena dalam kurikulum madrasah terdapat konsentrasi terhadap muatan-muatan keagamaan Islam.
