Liputan68.com | Terbukti ampuh strategi Presiden Joko Widodo (Jokowi) melarang eskpor minyak sawit mentah (CPO) dan turunannya menurunkan harga minyak goreng. Pada Jumat (29/4/2022), ramai-ramai memberi diskon harga minyak goreng kemasan oleh ritel modern berkisar antara Rp2.400 hingga Rp4.600 per 2 liter.
Beberapa minggu lalu, harga minyak goreng kemasan ukuran 2 liter sempat dibanderol dengan harga antara Rp 49.000 bahkan mencapai Rp54.000. Tentu saja itu menjadi beban bagi masyarakat khususnya bagi para pedagang maupun ibu rumah tangga.
Berdasarkan pantauan wartawan dilapangan hari ini, Jumat (29/4/2022) di beberapa ritel modern di wilayah Bekasi, harga minyak goring sampai didiskon hingga berada di kisaran Rp50.000 per 2 liter.
Di ritel modern Alfamidi, minyak goreng kemasan berjejer di rak. Namun yang menarik pandangan mata adalah label harga yang berwana kuning di tempel di depan beberapa merek minyak goreng kemasan. Itu artinya menandakan adanya potongan harga dari ritel tersebut.
Seperti minyak goring kemasan ukuran 2 liter merek Sovia, harganya turun Rp4.000 menjadi Rp48.400 dari sebelumnya. Kemudian, merek Fortune turun Rp3.800 menjadi Rp48.700.
Di ritel lain seperti Indomaret, beberapa merek minyak goreng kemasan yang ukuran 2 liter harganya juga ikut merosot. Di antaranya Sovia dan Fortune turun Rp1.600 menjadi Rp46.400. Sedangkan Sania turun Rp2.400 menjadi Rp46.500. Selain harganya yang merosot, stoknya pun tersedia banyak.
Sementara di ritel Superindo, harga minyak juga turun namun hanya satu merek yakni Sania ukuran 2 liter dari Rp53.490 menjadi Rp48.890 atau hemat Rp4.600.
Berikut ini daftar lengkap harga minyak goreng di sejumlah ritel modern, Jumat (29/4/2022):
Alfamidi
– Sovia Rp48.400
– Fortune Rp48.700
