“Ada 300 penenun kita. Ditambah ada kelompok tani yang dengan tekun mebudidayakan kopi sehingga kopi bisa dinikmati seluruh dunia. Dan kita akan tampilkan ketangguhan itu itu dalam kickoff dibulan Juni melalui sebuah buku, yang rencananya akan diberikan pada para kepala negara peserta G20. Itulah upaya kita mendukung program presiden kita,” kata bupati menegaskan.
Sebelumnya dari Kemenristek, Denison Wicaksono menjelaskan Kemeristek akan senantiasa mendukung kegiatan yang sudah dimulai tahun lalu ini demi peningkatan ekonomi kreatif para penggiat budaya dan seni kreatif lokal.
“Kegiatan yang diprakarsai RKI ini akan selalu didukung kemenristek karena festival ini tidak hanya musik semata, namun lebih dari itu, festival ini akan melahirkan kerumunan yang diharapkan, menciptakan interaksi ekonomi baru,” katanya singkat.
Sementara itu Direktur RKI Ojak Manalu menyebut tahun ini kawasan Danau Toba masih dipercaya jadi tuan rumah musik tradisional. Ini jembatan bagi pelaku karya budaya lokal yang akan memperkuat komunitas lokal juga sebagai stimulus agar budaya dan komunitas lokal bisa naik level.
“Kabupaten Dairi bagi saya pribadi memiliki keistimewaan, seperti suku Pakpak, yang mungkin menurut saya belum banyak dikenal. Lewat festival ini menjadi momentum memperkenalkan budaya di mata dunia luar.Terimakasih Dairi sudah menerima Rumah Karya Indonesia hadir disini,” ujar Ojak.
Mengakhiri sambutan Ojak menyampaikan bahwa Agustus mendatang akan ada festival besar di Tampahan, Kabupaten Toba, termasuk 7 direktur festival di Indonesia akan hadir di Tampahan.
(LM-01)
