“Perseroan juga akan mengkaji ruang gerak kebijakan tersebut terhadap komitmen memberikan nilai tambah dan layanan yang optimal bagi segenap nasabah dan masyarakat,” lanjut Hera.
MLFF nantinya akan menggunakan satelit GNSS (Global Navigation Satellite System), sistem ini dapat melakukan transaksi melalui aplikasi jalan tol yang diunduh di smartphone. Sistem GNSS ini diketahui telah diterapkan di negara-negara di Eropa.
GPS akan menentukan lokasi melalui satelit dan akan melalui proses map-matching. Ketika kendaraan keluar tol, sistem akan melakukan kalkulasi tarif sesuai jalan yang dilewati oleh pengguna jalan tol.
Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengatakan, rencananya pemerintah akan memperkenalkan sistem pembayaran tol tanpa kartu atau disebut juga Multi Lane Free Flow (MLFF).
Budi menyatakan pihaknya akan koordinasi dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR terkait sistem MLFF yang ditargetkan dapat mulai diterapkan secara penuh pada akhir 2023.
Budi juga mengungkapkan bahwa saat ini Badan Pengatur Jalan Tol (BUJT), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) masih mengkaji penerapan MLFF tersebut.(SS)
