Fakta Hilangnya Putra Sulung Ridwan Kamil di Sungai Aare Swiss

Swiss — Liputan68.com | Peristiwa nahas melanda keluarga Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Anak sulung mereka, Emmeril Kahn Mumtadz, dilaporkan terseret arus Sungai Aare di Bern, Swiss ketika berenang pada Kamis siang, 26 Mei 2022, waktu setempat.

Perwakilan keluarga Emil, sapaan akrabnya, Elpi Nazmuzaman, mengungkap bahwa keluarga saat itu sedang berada di Swiss guna mencari sekolah untuk Eril, begitu ia biasa disapa, yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang S2. Saat kejadian, mantan Wali Kota Bandung itu sedang berada di Inggris untuk kegiatan pemerintahan bersama delegasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.

“Kondisi Eril saat ini masih dalam pencarian tim SAR dan polisi Swiss. Namun, pencarian dihentikan sementara karena hari sudah mulai gelap dan rencananya akan dilanjutkan esok pagi,” Elpi.

“Kronologinya, Eril berenang di Sungai Aare, Bern bersama adik dan kawannya. Saat ingin naik ke permukaan, Eril terseret arus sungai yang cukup deras yang sebelumnya sempat mendapat bantuan dari kawannya,” ia memaparkan, sambil menyebut kondisi cuaca saat itu cerah.

Sungai Aare sendiri bukan lokasi asing bagi warga lokal maupun turis. Mengutip situs web Kota Bern, Jumat (27/05/2022), berikut sederet fakta sungai tersebut.

1. Sungai Terpanjang di Swiss
Dengan panjang 288 kilometer, Aare adalah sungai terpanjang yang mengalir sepenuhnya di Swiss. Sepanjang rutenya, ia bertemu dengan banyak desa dan kota, juga berkelok-kelok melalui berbagai lanskap yang mengesankan.

“Sungai Aare bermuara di gletser Aar Bawah dan Atas di Bernese Oberland, kemudian melintasi tiga kanton Bern, Solothurn, dan Aargau, serta empat danau: Danau Brienz, Thun, Wohlen dan Biel. Rutenya ke utara berakhir di Koblenz, di mana ia memasuki Rhine,” begitu keterangan yang tertulis.

2. Catatan Keamanan
Lebih lanjut pihaknya menulis, “Sangat penting untuk memiliki rasa hormat terhadap Sungai Aare dan memberi tahu diri Anda tentang kemungkinan risiko sebelumnya. Berenang di Aare direkomendasikan hanya untuk perenang berpengalaman.”

“Swiss Lifesaving Society (SLRG) dan (pemerintah) kota Bern memberi tip penting bagi semua orang yang menghabiskan waktu di Sungai Aare,” mereka melanjutkan. “Penduduk Bern dengan senang hati membantu menjawab pertanyaan tentang titik masuk dan keluar, serta tips untuk pengalaman tidak terlupakan di (Sungai) Aare.”

3. Warisan Budaya Takbenda Swiss
Sejak 2017, berenang di Sungai Aare telah masuk dalam daftar tradisi UNESCO dan karenanya merupakan bagian dari warisan budaya takbenda Swiss. Kantor Kebudayaan Federal Swiss memutuskan kegiatan mana yang diklasifikasikan sebagai “tradisi hidup.” Daftar tersebut mencerminkan keragaman budaya Swiss dan telah secara aktif dipertahankan dan diperluas sejak 2012.

BAGIKAN KE :