“Jelas, saya tidak pernah kembali ke sekolah,” ungkap dia.
Perusahaan Wang yang baru berusia enam tahun di San Francisco, yakni Scale AI, telah menandatangani tiga kontrak senilai sekitar USD 350 juta atau setara Rp 5 triliun. Kontrak tersebut untuk membantu Angkatan Udara dan Angkatan Darat AS memanfaatkan kecerdasan buatan (Artifical Intelligence atau AI).
Teknologi Scale mampu menganalisis citra satelit lebih cepat daripada analis manusia seperti saat menentukan seberapa besar kerusakan akibat bom Rusia di Ukraina. Teknologi ini pun berguna tidak hanya untuk militer.
Lebih dari 300 perusahaan, termasuk General Motors dan Flexport, telah menggunakan Scale, yang dimulai Wang ketika dia berusia 19 tahun. Scale membantu mendulang emas dari beragam informasi mentah seperti jutaan dokumen pengiriman, atau rekaman dari mobil otomatis.
“Setiap industri memiliki data dalam jumlah besar,” kata Wang, yang muncul dalam daftar Forbes Under 30 pada tahun 2018 silam.
“Tujuan kami adalah membantu mereka membuka potensi data dan meningkatkan bisnis mereka dengan AI,” tuturnya.
Putaran pendanaan Scale senilai USD 325 juta tahun lalu, yang menghasilkan pendapatan sekitar USD 100 juta.(SS)








