Menjual Lukisan di NFT, Remaja Usia 13 Tahun Mendadak Jadi Jutawan

Seperti di dunia nyata, NFT digunakan sebagai token untuk menilai aset yang dalam seperti real estat dan karya seni.

Pada bulan Maret, Hayes menjual potret lukisannya, “Long Neckie Lady” seharga $ 6.621.70 (sekitar Rp 95 juta) di halaman Instagram-nya.

Sementara lukisan lain dijual bulan sebelumnya seharga $3.920.05 (sekitar Rp 56 juta).

Fokus pada Karakter Wanita

Dalam karyanya, Hayes menonjolkan karakter wanita, seperti ikon wanita Ruth Bader Ginsburg, Lucille Ball dan wanita biasa pada umumnya.

“Saya menggambar wanita dari seluruh dunia karena saya sangat menyukai budaya yang berbeda dan latar belakang yang berbeda,” kata artis digital itu.

Karya Hayes juga menerapkan fitur khusus yang membuat semua 3.000 potret yang ia lukis lebih menonjol.

Karakter-karakter dalam koleksi Hayes dilukis dengan leher panjang.

Menurut remaja yang sangat berbakat tersebut, hal ini telah ‘melekat’ padanya sejak kecil.

Hayes menjelaskan, dia menyukai dinosaurus berleher panjang, Brontosaurus, ketika dia masih kecil dan memberi julukan pada hewan purba itu.

“Saya tidak tahu harus memanggil mereka apa, jadi saya panggil saja mereka berleher panjang. Awalnya, saya hanya ingin menggabungkan dua hal yang saya sukai, yaitu wanita dan Brontosaurus.

Saya ingin menunjukkan betapa cantik dan kuatnya wanita dan saya juga memikirkan Brontosaurus,” katanya.

Tak Sangka Lukisannya Laku di NFT

Menurut ibu Hayes, dia memberikan smartphone untuk putrinya ketika dia berusia sembilan tahun karena Hayes sangat tertarik pada seni.

“Saya dapat melihat betapa bersemangatnya dia dalam seni dan saya hanya berpikir, jika saya bisa memberikan dukungan dengan cara apa pun. Itulah yang akan saya lakukan,” kata ibu Hayes.

Sebelumnya, remaja tersebut hanya melukis potret melalui smartphone-nya tanpa berpikir akan menjadi jutawan dengan hanya menjual lukisan.

Awalnya, Hayes hanya menunjukkan lukisan itu kepada keluarga dan teman-temannya karena takut karyanya tidak disukai atau dianggap aneh.

Namun dengan sedikit dorongan dari pamannya, Hayes serta ibunya memutuskan untuk melihat apakah lukisan tersebut bisa dipasarkan dengan NFT.

“Jujur, ketika saya pertama kali mendengar tentang NFT, saya menyukainya. Sejujurnya saya tidak tahu tentang ini, tetapi saya sudah lama ingin menunjukkan karya seni saya, jadi ini adalah platform yang bagus untuk melakukannya,” kata Hayes.

Saat mulai memasarkan potretnya dengan NFT, Hayes mengaku tidak menyangka lukisannya akan laku dan membuahkan hasul seperti sekarang.

“Saya hanya berpikir, akan menyenangkan untuk memamerkan karya saya di luar sana dan menunjukkannya kepada publik.

“Tapi melihat bagaimana orang bereaksi terhadapnya, saya tidak berpikir itu akan ‘meledak’ seperti ini,” tambah Hayes.(SS)

BAGIKAN KE :