“Kita perlu memantau harga beras ke depan karena kenaikan harga gandum bisa menyebabkan barang substitusinya naik. Apalagi akan meningkatkan permintaan dan menurunkan pasokan yang tersedia,” imbuh Kepala Ekonom Bank Nomura Sonal Varma, pada Senin (13/06/2022).
Saat ini memang biaya pakan dan pupuk untuk pertanian sudah naik dan harga energi juga turut mengerek biaya pengiriman. Menurut Varma memang ada ancaman yang mengintai pada harga pangan di dunia.
Perang di Ukraina turut menaikkan harga gandum. Padahal kedua negara tersebut merupakan pengekspor utama komoditas tersebut.
Thailand dan Vietnam saat ini sedang membahas terkait kesepakatan untuk meningkatkan harga ekspor beras mereka.(SS)

