Orang Perkasa Dalam Pandangan Islam

Oleh : KH. Abdullah Gymnastiar

Liputan68.com – Kemarahan itu cepat sekali mengubah situasi menjadi sesuatu yang menegangkan, situasi menjadi tidak nyaman. Misalkan dalam sebuah acara pesta, yang tadinya ramai menggembirakan malah menjadi rusak suanana karena marahnya seseorang. Anak anak muda yang suka tawuran, terjadi pergesekan  karena saling mecibir hingga marah terjadi perkelahian yang berunjung dipenjara,  hilang masa mudanya karena tidak bisa mengendalikan marah.

Siapa orang yang perkasa ? Apakah orang yang perkasa adalah orang yang jago berkelahi, bergulat, atau orang yang memiliki otot kuat ?  Tentunya bukan. Orang yang perkasa dan kuat adalah orang yang mampu mengendalikan marahnya. Sebaliknya orang yang paling lemah adalah orang yang mudah marah. Orang yang selalu marah hidupnya tidak tenang dan tidakk bahagia.

Orang yang mudah marah akal sehatnya akan menurun, makanya orang ketika marah seperti orang yang tidak berpendidikan. Tidak ada wajah pemarah yang nyaman dilihat. Kemudian kita lihat juga tutur katanya. Tutur kata orang pemarah itu turun sekali kualitasnya. Ia akan mengeluarkan kata-kata seperti hewan, kata-kata yang tidak pantas, sumpah serapah, dan doa-doa buruk yang keluar,

BAGIKAN KE :