Medan – Liputan68.com – Menjelang Hari Raya Idul Adha, Majelis Ulama Islam (MUI) Kota Medan meminta lembu tidak difitnah terkena virus penyakit kuku dan mulut (PMK). Sebab, hal itu dikhawatirkan akan menurunkan niat umat Islam untuk berkurban.
Wakil Ketua MUI Kota Medan, K.H. Zulfiqar Hajar menungkapkan, saat ini mudah sekali bagi manusia untuk mencari bahan fitnah. Dulu, saat dia sedang berada di Mekkah, Arab Saudi, unta pernah dilarang untuk disembelih karena terkena beberapa terserang virus.
“Memang sekarang ini zaman fitnah, dulu unta dilarang untuk disembelih. Saya berada di Mekkah. Saya tersinggung, kalau hanya beberapa ekor untanya yang kena virus, jangan dilibatkan semuanya,” kata Zulfikar pada Senin (20/06/2022).
Menurutnya hal serupa terjadi pada lembu saat ini. Padahal sapi yang terpapar virus PMK banyak dijumpai di Bogor, sementara di Sumut hanya beberapa.
“Lembu ini yang di Bogor ceritanya. Yang di sini, di Sumatera Utara ya beberapa ekor lembu lah. Janganlah gara-gara ini orang sampai yang berniat untuk berhajat menyembelih kurban jadi terhalang. Tak boleh begitu lah,” tegasnya.
