PMK mewabah, 30 ekor sapi di Jembrana diduga terjangkit

“Saya hanya bisa pasrah. Sapi – sapi ini juga hiburan bagi saya. Saya sampai dua kali ngarit (mencari rumput) sehari”, keluhnya.

Dirinya berharap ada perhatian dan bantuan dari dinas terkait terhadap masalah ini, agar kerugian yang di derita para peternak tidak terlalu besar.

Ketua Komisi II DPRD Jembrana dari fraksi PDIP I Ketut Suastika menyebutkan, PMK di Jembrana saat ini baru saspek. Dinas sudah melakukan antipasi cepat dengan melakukan pencegahan terhadap penularan PMK.

Dia juga mengharapkan pihak peternak ikut asuransi, sebagai antisipasi ketika terjadi wabah penyakit, agar bisa mengurangi resiko kerugian yang di derita peternak. (Angga/Lp68)

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *