Cermati ! Kesemutan, Pegal & Kram Gejala Awal Penyakit Neuropati

Dalam kondisi parah, CTS dapat menyebabkan rasa nyeri dengan frekuensi serangan yang semakin sering dan menetap. Rasa nyeri tersebut dapat membuat fungsi tangan menjadi terbatas, sehingga bisa menimbulkan kelumpuhan otot dan mengakibatkan kecacatan yang berpengaruh pada pekerjaan penderita.

Di samping itu, para penderita neuropati juga berisiko terkena infeksi ketika luka. Pasalnya, kerusakan saraf bisa menyebabkan mati rasa atau baal sehingga ketika mengalami luka, penderita biasanya tidak lagi merasa sakit.

“Luka yang terjadi sangat mungkin terkena infeksi. Akan semakin parah jika yang terkena penderita diabetes. Saat mereka tidak lagi merasakan apa-apa ketika mengalami luka, maka luka akan dibiarkan yang akhirnya memunculkan infeksi,” tuturnya.

Yoska Yasahardja, Medical Manager Consumer Health Merck mengatakan perlu dilakukan berbagai langkah pencegahan untuk menghindari munculnya penyakit neuropati. Antara lain dengan memperbaiki gaya hidup, olahraga teratur, istirahat cukup, pola makan dan gizi yang seimbang, serta mengonsumsi vitamin neuropati yang terdiri dari Vitamin B1, B6, dan B12.

“Vitamin neuropati ini berfungsi memperbaiki gangguan metabolisme sel saraf serta memberikan asupan yang dibutuhkan saraf sehingga dapat bekerja dengan baik,” ujarnya.

Vitamin neuropati ini tidak hanya dapat mencegah tetapi juga bisa mengurangi gejala kerusakan saraf tepi seperti kebas dan kesemutan. Berdasarkan hasil penelitian Non Intervensi dengan Vitamin Neurotropik (NENOIN), vitamin B kompleks dapat mengurangi gejala neuropati hingga 62%.

Selain dari suplemen, vitamin B kompleks juga bisa didapatkan dari berbagai jenis makanan seperti vitamin B1 bisa ditemukan pada sereal, roti, sayuran berdaun hijau, biji-bijian, dan kacang-kacangan.

Sementara itu, untuk vitamin B6 didapatkan dari kentang, buncis, daging merah, unggas, telur, dan sereal. Adapun untuk vitamin B12 terkandung pada ikan, daging, susu, dan beberapa produk kedelai.(SS)

BAGIKAN KE :