Sri Lanka – Liputan68.com – Presiden Sri Lanka, Gotabaya Rajapaksa, dikabarkan berupaya kabur ke luar negeri setelah mengungsi ke sebuah pangkalan angkatan udara yang berada dekat dengan bandara internasional utama negara itu, Senin (11/07/2022).
Rajapaksa kabur mengungsi usai rumahnya digeruduk ribuan massa yang mendesak ia mundur pada akhir pekan lalu imbas krisis ekonomi yang memburuk di negara bangkrut itu.
Seorang pejabat kementerian pertahanan mengatakan Rajapaksa sempat mengungsi ke fasilitas angkatan laut di timur laut Sri Lanka. Namun, Rajapaksa kemudian dibawa ke pangkalan udara Katunayake yang berbatasan dengan bandara internasional utama negara itu.
“Dia [Rajapaksa] dan rombongannya diterbangkan kembali ke Kolombo dengan dua helikopter Bell 412,” kata pejabat itu.
Informasi ini muncul kala beberapa media lokal mengatakan Rajapaksa berupaya terbang ke Dubai pada Senin (11/07/2022).
Meski demikian, beberapa pejabat bandara menyampaikan empat pesawat komersial yang menuju negara Timur Tengah terbang tanpa membawa Rajapaksa.
Rajapaksa mengaku tak akan meninggalkan Sri Lanka menggunakan fasilitas publik, kata beberapa pejabat bandara. Petugas imigrasi bahkan menolak ke ruangan VIP untuk memberikan cap ke paspor Rajapaksa.
Sebuah sumber militer mengatakan Rajapaksa, yang tetap menjadi panglima angkatan bersenjata, memiliki pilihan untuk bepergian dengan pesawat angkatan udara.
