Dinas Kesehatan Dairi Fokus Turunkan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi

Selanjutnya, Henry juga menyampaikan Dinkes telah melakukan Audit Maternal Perinatal (AMP) artinya ketika terjadi kematian ibu/bayi, maka Puskesmas dan juga Dinkes melakukan audit serta menelusuri kembali sebab kematian dan kematian ibu dan perinatal bertujuan untuk mencegah kejadian kesakitan serta kematian yang akan datang.

“Kita juga membuat Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif (GP2SP). Hal itu dilakukan sesuai kodratnya sebagai perempuan, pekerja perempuan mengalami haid, kehamilan, melahirkan dan menyusui bayi. Kondisi ini memerlukan pemeliharaan dan perlindungan kesehatan yang baik, agar generasi penerus terjamin kesehatannya. Tujuan program GP2SP ini untuk meningkatkan status gizi pekerja perempuan, meningkatkan pengetahuan pekerja perempuan tentang kesehatan reproduksi, meningkatkan pengetahuan pekerja perempuan tentang ASI dan terlaksananya pemeriksaaan kesehatan berkala pada pekerja perempuan,” tuturnya.

Selanjutnya, Henry mengatakan saat ini Dinkes juga telah melakukan monitoring dan supervisi pemanfaatan aplikasi e-Kohort KIA, di mana tujuannya adalah untuk memastikan bahwa seluruh data ibu hamil dan anak telah di input dalam aplikasi e-Kohort KIA sebagai upaya deteksi dini faktor risiko kesehatan ibu, bayi, dan balita untuk dapat mencegah komplikasi yang mengakibatkan kematian.

“Aplikasi e-Kohort KIA merupakan digitalisasi kohort pelayanan kesehatan ibu dan anak (KIA). Wujudnya adalah kohort KIA elektronik yang mencakup data pelayanan kesehatan ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, neonatus (bayi baru lahir), bayi, dan balita (anak bawah lima tahun). Kohort KIA merupakan basis data yang sangat penting karena berisi informasi lengkap terkait data dasar, catatan hasil pemeriksaan, dan pelayanan kesehatan yang diberikan dari fase kehamilan ibu sampai si anak mencapai usia lima tahun,” ujarnya.

(LM-01)

BAGIKAN KE :