C. Krsna (Trsna) Brahmacari
Seseorang diijinkan kawin lebih dari satu kali dalam batas maksimal 4 kali. Itupun dengan ketentuan bahwa seorang brahmacari boleh mengambil istri yang kedua bilamana istri yang pertama tidak dapat melahirkan keturunan.
Tidak dapat berperan sebagai seorang istri mungkin sakit-sakitan atau hilang ingatan dll, dan bila istri pertama mengijinkan untuk kawin kedua kalinya.
Walaupun dalam Trsna Brahmacari disebutkan boleh kawin lebih dari satu kali, namun ada aturan yang harus ditaati agar ketenteraman rumah tangga tetap dapat terbina.
Aturan atau syarat-syarat yang harus ditaati bagi yang mau menjalankan kehidupan Trsna Brahmacari adalah:
a. Mendapatkan persetujuan dari istri.
b. Suami harus bersifat adil terhadap istri-istrinya secara lahir dan bathin.
c. Suami sebagai seorang ayah harus dapat berlaku adil terhadap anak-anak yang dilahirkan.
Namun masa sekarang ini umat Hindu jarang sekali yang mempunyai istri lebih dari satu, kalau menurut saya adalah karena kesetiaan dan menjaga keharmonisan keluarga.
II. Grhasta
Grhasta merupaka tingkatan bagi seseorang yang menjalani hidup berumah tangga.
Kata Grhasta berasal dari kata grha yang berarti rumah atau rumah tangga, sedangkan kata sta berarti berdiri atau membina.
Dalam tingkatan ini ada beberapa kewajiban yang dilakukan, meliputi :
a. Melanjutan keturunan.
b. Membina rumah tangga.
c. Bermasyarakat.
d. Melaksanakan Panca Yajna.
III. Wanaprasta
Wanaprasta berasal dari kata wana yang berarti pohon kayu, hutan, semak belukar, sedangkan prasta berarti berjalan / berdoa paling depan dengan baik.
Jadi wanaprasta berarti berada dalam hutan, mengasingkan diri jauh dari keramaian dan secara perlahan – lahan melepaskan keterikatan duniawi, ada yang melakukan tapa brata.
Tetapi di zaman modern seperti sekarang ini, sulit dilakukan mengingat hutan sulit untuk ditemukan. Banyak hutan yang berubah menjadi rumah, ruko dan juga gedung–gedung bertingkat.
Lalu bagaimana kita menjalani kehidupan wanaprasta. Kehidupan wanaprasta dimaksudkan, secara perlahan – lahan melepaskan keterikatan duniawi dan mendekatkan diri dengan Tuhan, meningkatkan spiritualitas untuk mengetahui hakekat Tuhan yang sesungguhnya. Jadi tidak harus pergi ke hutan dan mengasingkan diri.
IV. Bhiksuka
Bhiksuka merupakan jenjang kehidupan yang lepas dari ikatan keduniawian dan hanya mengabdikan diri kepada Tuhan dengan jalan menyebarkan ajaran–ajaran kesusilaan maupun ajaran dharma (kebaikan). Kata bhiksuka sering disebut sanyasin.
Semoga penjelasan yang sedikit ini dapat menambah wawasan Agama Hindu kita, apabila ada kurang lebih mohon dimaafkan.
Om Shanti, Shanti, Shanti Om.(SR)
