Hewan Ternak Tidak Bisa Dikirim, Peternak Bali Mulai Stres

Liputan68.com, DENPASAR – Mencuatnya sejumlah masalah yang dihadapi hewan ternak akibat PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) membuat Peternak Bali mulai mengalami stres. Apalagi hewan ternaknya tidak bisa terkirim ke tempat tujuan. Akibatnya, peternak Bali mengalami kerugian hingga mencapai Milyaran rupiah.

Oleh karena itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Daging dan Hewan Ternak (Aspednak) DPD Provinsi Bali, Made Ray Sukarya sangat menyayangkan sikap pemerintah yang terkesan setengah hati menyikapi permasalahan yang dihadapi peternak Bali.

“Faktanya di lapangan menunjukkan, bahwa Bali tidak ada penambahan kasus baru PMK. Seharusnya, pemerintah lebih serius menangani permasalahan peternak Bali,” kata Ray Sukarya, saat dikonfirmasi di Denpasar, Senin, 22 Agustus 2022.

Menariknya, Bali dinyatakan Satgas PMK Pusat termasuk salah satu Provinsi yang sudah nol kasus PMK. Apalagi, Pemprov Bali beserta jajarannya sudah berusaha keras memberantas PMK.

BAGIKAN KE :