Diketahui, sebelumnya Timnas Pengajuan Hari Kebaya Nasional telah menggelar kegiatan serupa di 3 kota yakni, Kota Solo, Semarang dan Jakarta.
Lana T.Koentjoro, menjelaskan timnas ini juga sedang memperjuangkan agar pemerintah bisa menetapkan Hari Kebaya Nasional, dengan satu agenda besar, yaitu mendaftarkan Kebaya secara “Single Nomination” di badan Perserikatan Bangsa-Bangsa UNESCO sebagai salah satu heritage asli Indonesia.
Lana menjelaskan saat ini Kebaya juga digandrungi para kaum milenial, yang tentunya akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi melalui pelaku UMKM. Jadi, tidak heran kalau gerakan emak-emak pencinta Kebaya juga mendapat dukungan dari pelaku UMKM di daerah.
Bagi Putri Indonesia Sumatera Utara, Sarah Panjaitan, parade Kebaya ini diharapkan dapat memberi motivasi dan dorongan bagi Tim Nasional Pengajuan Hari Kebaya Nasional agar terus berupaya mendaftarkan Kebaya ke UNESCO.
“Suatu kebanggaan dan kehormatan bisa mengikuti rangkaian acara parade Kebaya di Medan. Saya berharap Kebaya dapat didaftarkan ke UNESCO, karena ini harta warisan bangsa Indonesia, ini jati diri perempuan Indonesia yang harus kita jaga eksistensinya,” ucap Sarah Panjaitan mengakhiri.
Parade dan Gebyar Kebaya Nasional diisi dengan kegiatan Fashion Show, Pawai, Tarian Etnik dan Hiburan.
(LM-01)
