SIDIKALANG – LIPUTAN68.COM – Koordinator Subkomisi Pemajuan HAM/ Komisioner Pendidikan dan Penyuluhan Beka Ulung Hapsara menyambangi LPPL Radio Publik Dairi (RPD) 101.6 FM setelah selesai memberikan materi Sosialisasi terkait Hak Asasi Manusia dan Penegakan Hukum di Balai Budaya Sidikalang, Kamis (8/9/2022).
Kehadiran Beliau di RPD FM yang disambut oleh Kadis Kominfo Dairi Aryanto Tinambunan ini bertujuan untuk menghadiri Talkshow yang sudah direncanakan sebelumnya terkait Sosialisasi Hak Asasi Manusia (HAM).
Pada Talkshow tersebut Beka menyampaikan bahwa pemerintah daerah dituntut bekerja lebih untuk memenuhi hak masyarakat. Untuk itu beliau sampaikan bahwa pemerintah daerah harus memiliki literasi atau wawasan dasar atas pemenuhan hak konstitusional warga.
“Tugas dan tanggung jawab, pemegang kewajiban, pemenuhan penghormatan, perlindungan serta penegakan hak asasi manusia itu ada di Negara, sebaliknya kewajiban warga negara adalah menghormati hak orang lain. Untuk itulah aparatur pemerintah daerah diharuskan mempunyai wawasan tentang HAM untuk dapat bekerja lebih baik demi memenuhi hak dasar warga masyarakat”, tegas Beka.
Tujuan kunjungan kerja di Kabupaten Dairi ini disampaikannya, selain untuk mensosialisasikan tentang HAM juga untuk berdiskusi sekaligus mendorong agar Pemerintahan Kabupaten Dairi ini selangkah lebih maju dalam pengimplementasian hak asasi manusia untuk menyerap aspirasi yang berkembang di masyarakat yang nantinya dapat dijadikan bahan untuk menentukan arah kebijakan pemerintah daerah demi pemenuhan hak dasar dan hak-hak lainnya.
Pada kesempatan tersebut Beka menyampaikan pentingnya peranan keluarga terhadap pemenuhan HAM. Dikatakannya, pemenuhan HAM dalam keluarga bisa diimpelementasikan dengan cara menciptakan hubungan yang setara antara orangtua dan anak, dimana orangtua membangun suasana yang kondusif dan memberikan hak kebebasan anak untuk mengekspresikan diri, menyampaikan pendapat didalam keluarga.
“Orangtua harusnya menjadi teman terdekat dari seorang anak, yang mampu memberikan pengetahuan terhadap anak dengan membangun ruang diskusi yang dapat membangkitkan rasa nyaman dalam keluarga untuk menyampaikan pikiran dan pendapat sehingga nantinya anak dapat tumbuh dengan jiwa sosial yang baik tanpa tekanan di dalam keluarga,” ucapnya.
