“Kami anggap Bali itu sebagai motor penggerak kebudayaan dengan lebih gampang untuk nantinya kita akan mempromosikan event ini sehingga lebih gampang membantu UMKM mempromosikan hasil kerajinannya kain tradisional di Nusantara,” paparnya.
Berbicara presentase model, pihaknya menggunakan model profesional sekitar 60 persen, agar wajah event ini terselenggara juga secara profesional.
“Dimulai dari model berpengalaman, barulah memulai model itu, nanti sekitar 20-40 persen bahkan hanya pemula 10 persen. Itu akan kita seleksi nanti, 25 September 2022,” terangnya.
Sementara itu, Dewan Pembina The Sukarno Center/ Law Center Marhaen, Dr. Shri I Gusti Ngurah Wira Wedawitry, WS.S.Sos.,S.H.,M.H., atau akrab disapa Gung Wira mengucapkan selamat kepada panitia yang sudah berjuang dan mempersiapkan agenda acara BIFW 2022.
Disebutkan Gung Wira, ide ini sudah lama dirancang, namun terbentur kondisi yang dilanda pandemi Covid-19 selama dua tahun akhirnya barulah kini bisa mempersiapkan Press Conference tahap kesatu.
Waktu berkoordinasi dengan panitia, pihaknya menitipkan beberapa pesan, agar membantu pelaku UMKM, karena pandemi sangat memukul atau menghantam para pelaku dunia Fashion dan pelaku UMKM, yang menyebabkan Bali mengalami defisit besar.
Dalam persiapannya, juga dibahas tentang fashion, karena diakuinya, dengan fashion bisa menyampaikan pesan-pesan yang baik.
“Kita di Bali, setiap kabupaten/kota memiliki model atau ciri khasnya masing-masing. Kalau di Denpasar dikenal endek dan di Karangasem terkenal dengan tenun gringsing. Nah, itu menjadi poin penting dalam acara ini,” kata Gung Wira.
Terkait dengan talent atau calon-calon model yang akan ikut di acara ini, Gung Wira berpesan, agar diusahakan mengambil dari 34 Provinsi di Indonesia, agar semua busana Nusantara bisa berpartisipasi dalam acara ini.
“Kita bisa menampilkan Parade Busana Nusantara dari Sabang hingga Merauke. Memang agak berat, tapi kalau bukan kita yang memulai, siapa lagi. Tapi poinnya adalah mengenalkan produk-produk lokal,” sebutnya.
Bahkan, Gung Wira menilai ajang BIFW 2022 sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap pelaku usaha UMKM yang telah berkontribusi dalam memajukan industri fashion di Indonesia.
Selain itu, ajang BIFW 2022 diakui Gung Wira sebagai sebuah langkah dalam meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap warisan budaya nasional serta menjadikan kain hasil kerajinan daerah sebagai ikon estetika bangsa Indonesia.
“Kami harapkan melalui acara ini, dapat terus berkreasi dan berinovasi mengembangkan hasil karyanya. Dengan kolaborasi apik antara pengrajin kain lokal dengan para desainer kelas dunia dapat meningkatkan nilai hasil karya, sehingga lebih dikenal dan mampu bersaing di kancah global,” pungkasnya.
Turut hadir, Direktur ICCR Mr. Naveen Maghwal, Founder YMM Organizer Yongki Perdana, Pelaku Industri Kreatif/Aktor Film Mahdyrez, Desainer Indira Laksmi dan anggota BIFW Ni Ketut Nesa Santini. (PSK/LP68)
