BATIC 2022 Resmi Dibuka, TelkomGroup Ajak Partner Strategis Ikut Bangun Digitalisasi Indonesia

“Kami sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan banyak partner strategis yang akan mendukung langkah transformasi perusahaan dan bersama membangun digitalisasi Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan, digital economy Indonesia sejauh ini telah tumbuh lebih tinggi dari negara-negara ASEAN dan Indonesia terus memercepat transformasi digital untuk meningkatkan daya saing.

Peranan digitalisasi ekonomi menjadi penting karena dipastikan menjadi peluru perak (silver bullet) untuk pencapaian seluruh 17 sasaran SDG pada 2030.

Apalagi pertumbuhan ekonomi digital telah menyumbang 15,5% dari PDB global, tumbuh 2,5 kali lebih cepat dari pertumbuhan PDB dunia selama 15 tahun terakhir.

“Beberapa negara juga telah mengembangkan strategi digital nasionalnya untuk memerkuat daya saing perekonomiannya seperti India, Tiongkok, Brasil, Uni Eropa, dan Swiss,” jelasnya.

Ekonomi digital Indonesia diperkirakan tumbuh dari Rp 632 triliun di 2020 menjadi Rp 4.531 triliun pada 2030 atau tumbuh 8 kali lipat. Laju PDB nasional tumbuh 1,5 kali lipat dari Rp 15.400 triliun menjadi Rp 24.000 triliun, yang dimotori oleh ekonomi digital.

Dibandingkan kawasan ASEAN, ekonomi digital akan mencapai USD 323,6 miliar pada 2030, terbesar di antara negara-negara ASEAN.

Selain itu, masih Ririek, dalam 6 tahun terakhir, indeks daya saing digital Indonesia sejauh ini telah naik 7 peringkat. Demikian juga dengan indeks network readiness yang naik 13 peringkat.

Mewujudkan hal ini, Ririek mengatakan, Indonesia telah dan harus memercepat transformasi ekonomi digitalnya sehingga memerkuat daya saingnya.

Kedua, agar dapat menjadi ekonomi yang unggul (leading economy), Indonesia harus bertransformasi dari negara konsumen menjadi produsen teknologi melalui pengembangan research & design, manufaktur ICT, dan pengembangan software serta memerkuat konektivitas.

TelkomGroup, lanjut Ririek, telah dan terus berkontribusi terhadap agenda digital nasional melalui agresif investasi pada infrastruktur konektivitas, pengembangan aplikasi PeduliLindungi yang memiliki 100 juta pengguna, membuat platform Satu Data Indonesia, mengembangkan platform pendidikan Pijar dengan 1 juta monthly active users/MAU, dan data center berkapasitas 40 MW.

Selain itu, TelkomGroup mengembangkan digital services, digital platform, dan digital connectivity guna memerkuat transformasi digital gaya hidup, pemerintahan, dan perusahaan.

Telkom berkontribusi terhadap agenda pengembangan digital nasional melalui infrastruktur yang telah dimiliki yakni 171.654 km Jaringan fiber optic, 109 transponder, 255.107 BTS, dan 36.787 unit tower. (REL)

TEKS FOTO
PEMBUKAAN BATIC: Prosesi pembukaan acara BATIC 2022 dengan memukul gondang oleh Komisaris Telkom Marcelino Pandin (kedua dari kanan), Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah (kedua dari kiri), Direktur Wholesale & International Service Telkom, Bogi Witjaksono dan CEO Telin, Budi Satria Dharma Purba di Hotel Hilton, Nusa Dua, Bali, Kamis (22/9). ISTIMEWA

BAGIKAN KE :