Melalui Upacara Pawintenan Saraswati Dasa Guna Ganapati Panca Sri, Sudikerta Resmi Jadi Jero Mangku Gede Sudikerta

Dijelaskan lagi, bahwa Ida Bhagawan Wraspati menyebutkan, siapapun berbuat kesalahan diberikan jalan berbuat baik guna meningkatkan kesucian. Saat ini, imbuhnya, sudah menjadi Jero Mangku Gede sebagai jalan terbaik untuk meningkatkan nilai kesucian diri serta menjalankan swadarma menjadi pemangku dengan menyucikan diri, baik perkataan maupun perbuatan.

“Hari ini, hari baik sekali, untuk ngayah ring Linggih Ida Bethara Kawitan, leluhur dan Ida Sang Hyang Widhi dengan tulus ikhlas melepas unsur duniawi,” sebutnya.

Demikian pula, menurutnya, Jero Mangku Gede akan menjalankan upacara hingga tingkatan mautama dengan dasar lontar Wraspati Tattwa, Jnana Tattwa dan Rajapati Kondala.

“Ini sebagai dasar berisi ajaran kehidupan mulai sejak lahir hingga meninggal dunia, setiap umat Hindu diberikan kesempatan yang sama untuk menegakkan kesucian, memperjuangkan kesucian dan selalu memelihara kesucian dalam diri. Semoga Jero Mangku Gede bisa menjalankan swadarmaning agama, Ngerastiti Ida Bethara Lelangit, Kawitan dan juga Ida Sang Hyang Widhi diberikan jalan terbaik, untuk mengabdi kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa atau Tuhan Yang Maha Kuasa, Ida Bethara Siwa dan Ida Bethara Kawitan leluhur masing-masing,” tandasnya.

Usai upacara pewintenan ini, Jero Mangku Gede Sudikerta menyatakan kesiapannya untuk menjalankan swadarma agama sebagai pelayan umat Hindu.

“Rangkaian upacara hari ini hingga besok pukul 04.00 WITA digelar kaluaran di Pantai Dreamland. Kalebaran sesuai rangkaian upacara pawintenan seperti saat ini,” kata JMG Sudikerta.

Usai mepedambel, tambahnha, rangkaian upacara pewintenan dilanjutkan dengan prosesi meyasa mepuasa atau mengerat indera dengan pengendalian diri.

“Pantangan pertama, tidak boleh makan dan minum hingga besok pagi pukul 04.00 WITA. Demikian pula, tidak boleh mandi. Dibiarkan berbau itu artinya badan berpeluh dan berkeringat, usai prosesi melukat diri,” rincinya.

Sebagai Pamucuk, Jero Mangku Gede Sudikerta melanjutkan ayah-ayahan secara niskala sebagai Ida Sang Meraga Lingsir dan mengajak Jero Mangku lainnya secara bersama-sama menjalankan tugas melayani umat Hindu.

“Saya sebagai Jero Mangku Gede diantara para Pemangku. Disini ada Pemangku Pemuput, yaitu Bli Dana bersama istri dan ada juga Pemangku Tapakan yang kaselang ring Ida Bethara serta Pemangku Jan Bangul yang menjalankan swadarma Ngerestiti pelinggih Ida Bethara yang ada disini,” ujarnya.

Sesuai arahan Ida Pedanda Siwa, untuk saat ini, Ketut Sudikerta sudah resmi menjadi Jero Mangku Gede Sudikerta yang diperbolehkan untuk Memuput Karya disebut sesayut berisi tumpeng-tumpeng, pregembal dan bebangkit. “Tapi, itu dimulai besok saat menjalankan upacara pemyineban. Sekarang belum boleh Muput Karya,” pungkasnya. (Red)

BAGIKAN KE :