Tanpa Proses Pembakaran, Pasemetonan Dadia Bandem Baleran PGSDT Gelar Ngaben Ngerit

Dipaparkan, upacara Pitra Yadnya ini bertujuan mengembalikan unsur-unsur Panca Maha Bhuta yang membentuk badan wadah manusia ke tempat asalnya di alam semesta.

Terkait tidak dilakukan prosesi pembakaran sawa, Ida Sri Rsi Bhagawan Siwa Budha belum bisa memastikan hal itu. Namun, dilihat dari suatu proses, bahwa dulunya daerah ini termasuk areal perbukitan, sehingga serba sulit mencari sejumlah sarana, termasuk sarana pembakaran. Begitu pula, zaman dulu masih mengalami kesulitan dalam segi perekonomian yang tidak bisa disamakan dengan zaman kini. ” Itu yang menyebabkan sehingga jalan satu-satunya dilakukan proses mependem atau beya tanam,” terangnya.

Selain itu, imbuhnya, di daerah ini tidak dilakukan proses pembakaran. Sebab, lokasinya berdekatan dengan Pura Sad Kahyangan Uluwatu agar tetap terjaga nilai kesuciannya dan tidak terkena kecemaran. “Nah, itulah informasi yang diperoleh dari masyarakat. Namun, sumber dari babad, sastra atau literatur lainnya belum Ida peroleh baca. Ida Nak Lingsir bermain dari segi logika,” sebutnya.

Oleh karena itu, diharapkan upacara sejenis terus dilanjutkan guna memperkuat rasa pesemetonan dan kekeluargaan.

“Selaku Pengrajeg Karya Pasemetonan Dalem Baleran diharapkan upacara Pitra Yadnya ini dapat berjalan dengan baik dan lancar,” pungkasnya. (Red)

BAGIKAN KE :