Dekman juga berharap, akreditasi yang sudah dicapai untuk terus dipertahankan. Misalnya kata Dekman, hemodialisa atau cuci darah merupakan tindakan medis dengan menggunakan mesin cuci darah sebagai pengganti fungsi ginjal yang tidak bekerja secara normal.
Menurutnya, pelayanan Hemodialisa (HD) RSUD Sidikalang diresmikan pada tanggal 01 Oktober 2020 oleh Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu sebagai upaya meningkatkan pelayanan di RSUD Sidikalang khususnya pelayanan Hemodialisa (HD) yang merupakan salah satu layanan unggulan di RSUD Sidikalang. Pelayanan Hemodialisa (HD) di RSUD Sidikalang telah didukung dengan kerjasama tim yang beranggotakan dokter spesialis penyakit dalam yang bersertifikasi HD, dokter umum yang bersertifikasi HD, serta perawat yang terampil, mahir, dan bersertifikat.
Dijelaskan Dekman, pada 16 Juni 2022, SIMRS RSUD Sidikalang telah diresmikan oleh Bupati Dairi Dr. Eddy Kelleng Ate Berutu. Dengan adanya SIMRS ini, sangat membantu tata kelola Rumah Sakit. Dimana ada beberapa manfaat yang diperoleh yakni mempermudah masyarakat/pasien melakukan pendaftaran pasien rawat inap dan rawat jalan melalui Anjungan Pendaftaran Mandiri (APM) yang bermanfaat untuk mengurangi kepadatan dalam antrian saat pelayanan berlangsung; terintegrasi dengan semua bagian /unit secara otomatis sehingga mempercepat distribusi informasi dan tugas dimana penanganan medis dan non medis di rumah sakit dapat dilakukan dengan cepat.
Kemudian kata Dekman Sitopu ketersediaan ruang Isolasi Covid. Ruang isolasi Covid diresmikan sejak tahun 2021. Ruang isolasi Covid di RSUD Sidikalang saat ini memiliki dua lantai dilengkapi dengan fasilitas lift , jumlah tempat tidur sebanyak 54 buah.
Kemudian, Akreditasi Rumah Sakit.
Akreditasi merupakan pengakuan terhadap mutu pelayanan rumah sakit setelah dilakukan penilaian bahwa rumah sakit telah memenuhi standar akreditasi yang disetujui oleh Pemerintah.
“Dalam memberikan pelayanan, rumah sakit harus memperhatikan mutu dan keselamatan pasien. Pelayanan kesehatan yang bermutu adalah pelayanan yang memiliki karakter aman, tepat waktu, efisien, efektif , berorientasi pada pasien , adil dan terintegrasi,” katanya.
Dijelaskan dia, salah satu dampak positif dengan capaian akreditasi Paripurna RSUD Sidikalang di tahun 2022, maka BPJS Kesehatan akan menjamin ketersediaan layanan kemitraan di RSUD Sidikalang melalui program JKN yang dilaksanakan oleh BPJS Kesehatan yang pasti akan berdampak kepada tersedianya layanan terhadap masyarakat Dairi yang menjadi peserta BPJS.
“Selain itu, dengan terakreditasi Paripurna, rumah sakit yang ingin mendapatkan akreditasi internasional dari lembaga atau badan lainnya dari luar negeri akan sangat mudah. Sebab, persyaratan dan standar yang diterapkan KARS dalam memperoleh akreditasi sama dengan lembaga atau badan akreditasi dari luar negeri lainnya. Selain itu juga akan dirasakan oleh dokter, perawat dan tenaga medis lainnya yang bekerja di rumah sakit yang mendapat akreditasi paripurna. Sebab, setiap tenaga medis telah memiliki standar pelayanan internasional. Mereka pun dapat bersaing dengan para tenaga medis yang berada di negara lainnya sejalan dengan kebijakan Negara menghadapi era pasar bebas,” sebutnya.
Terakhir kata Dekman soal Kerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI). “PMI adalah sebuah organisasi perhimpunan nasional di Indonesia yang bergerak dalam bidang social kemanusiaan. Untuk memaksimalkan ketersediaan darah di Rumah Sakit Umum Daerah Sidikalang maka Rumah Sakit secara terus menerus berkoordinasi dengan PMI Kabupaten Dairi khusus nya UDD PMI Kabupaten Dairi sehingga ketersediaan darah bagi pasien yang membutuhkan dapat teratasi ataupun terpenuhi,” katanya.
(LM-01)
