Parulian yang menderita penyakit batu ginjal (nefrolitiasis) ini mengaku, perawatan intensif dan sepenuh hati dari para perawatlah yang Ia yakini menyelamatkannya hingga bisa melewati masa-masa kritis sebelumnya.
Yang lebih menyedihkan, Parulian menyebut adalah saat pandemi Covid 19, beberapa pasien satu ruangan dengannya ada yang meninggal. Hal itu membuat dirinya semakin khawatir akan kesehatannya. Namun ketekunan para tenaga medis membuatnya mampu bertahan hingga saat ini senantiasa rutin menjalani proses cuci darah 2 kali seminggu yakni Senin dan Kamis.
Ia hanya berharap, fasilitas kesehatan lainnya termasuk mesin hemodialisis ini bisa makin ditingkatkan, guna pelayanan rumah sakit yang lebih paripurna.
Sebagai informasi, Hemodialisia adalah tindakan medis atau perawatan untuk menyaring limbah dan air dari darah. Hemodialisa atau hemodialisis merupakan terapi cuci darah di luar tubuh. Hemodialisis berfungsi untuk membantu mengontrol tekanan darah dan menyeimbangkan mineral penting, seperti kalium, natrium, dan kalsium, dalam darah. Sekarang, fasilitas Hemodialisa di RSUD Sidikalang ini ada 9 mesin dan menjadi fasilitas kesehatan andalan untuk membantu mengembalikan kualitas hidup masyarakat untuk menyembuhkan gagal ginjal serta penyakit ginjal kronis lainnya.
(AM-01)
