Pacitan- Hampir sebagian besar wilayah Kabupaten Pacitan merupakan kawasan pegunungan kapur (kars).
Oleh karena itu wajar, jika kota kelahiran Presiden ke enam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut, dikenal dengan sebutan “Kota 1001 Goa” yang cenderung kering dan gersang.
Namun demikian, tak banyak warga masyarakat yang secara alami mendiami wilayah tersebut, yang memahami bagaimana sebenarnya karakteristik dan proses terjadinya kawasan pegunungan kapur itu.
Pegiat LSM PCC, Bandung Edi Suseno mengatakan, pegunungan kapur (kars) terbentuk dari penguraian batuan yang terlarut seperti batu gamping (limestone), dolomit, dan gypsum.
“Hal ini dicirikan oleh adanya system drainase bawah tanah seperti luweng (goa vertikal) dan sungai bawah tanah (Goa).
Keadaan ini juga disebabkan oleh terjadinya proses pelapukan batuan,” kata Bandung, Rabu (29-03-2023).
Drainase dibawah tanah/batuan ini mengakibatkan permukaan tanah nampak seakan kering, jarang ditemukan bahkan tidak nampak adanya sungai maupun danau.
