Pelaporan harian tersebut, lanjut Daru, di tujukan agar kecepatan penanganan bisa segera dilakukan. “Pelaporan secara harian dilakukan sampai menunjukkan bahwa angka kejadian kasus sudah mengalami penurunan atau minimal stabil dalam kurun waktu 2 kali masa inkubasi penyakit, yaitu untuk leptospirosis 1 kali masa inkubasi adalah 7 hari.
Pelaporan harian leptospirosis di tutup pada 19 Maret 2023 dan kembali pada
sistem pelaporan mingguan,” jelasnya.
Masih dikesempatan yang sama, dokter yang juga dipercaya sebagai orang kedua di Dinas Kesehatan Pacitan ini menyinggung masalah demam berdarah, yang juga tak bisa disepelekan.
Itu mengingat masih ditemukannya kasus kematian akibat gigitan nyamuk aedes aegypti tersebut.
Menurut Daru, kasus tertinggi sampai awal April ada di wilayah Puskesmas Tanjungsari dan Kebonagung. Di Puskesmas Tanjungsari sudah ada 2 kasus yang dilakukan fogging sehingga perlu kewaspadaan lebih ketat.
“Pemantauan kasus demam berdarah Januari-Maret 2023 tidak mengalami kenaikkan. Adapun kewaspadaan diperlukan dari unsur penanganan kasus sedini mungkin agar tidak terjadi kasus resiko tinggi/kematian,” tandasnya. (Red/yun).
