LIPUTAN68.COM, Denpasar-Harga ternak babi maupun sapi Bali di pasaran tidak menentu yang membuat kegalauan peternak Bali. Menyikapi kondisi tersebut, Dewan akan membentuk Pansus atau Panitia Khusus untuk menanggulangi permasalahan yang dialami oleh peternak Bali.
Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bali, IGK. Kresna Budi, saat dikonfirmasi awak media di Denpasar, Selasa, 2 Mei 2023.
Menurutnya, sejak awal penyebab jatuhnya harga ternak babi maupun sapi Bali disebabkan adanya pengiriman ternak yang tidak teratur, sehingga banyak ternak masuk ke pasaran yang mengakibatkan harga ternak menurun drastis, yang pada akhirnya berdampak sangat signifikan bagi peternak Bali.
Oleh karena itu, Kresna Budi mendorong Asosiasi Pengusaha Daging dan Ternak (Aspednak) Bali dan Asosiasi Pengirim Sapi Bali (APSB) bertindak sebagai pengatur regulasi pengiriman ternak. Mengingat, semua negara di dunia, seperti Australia dan Selandia Baru masalah peternakan diatur oleh Asosiasi dan didukung penuh oleh Pemerintah.
Ditambahkan, dengan adanya Asosiasi yang mengatur harga dan pengiriman ternak akan menjadikan pengawasan ternak, baik babi dan sapi Bali menjadi lebih terarah dan tepat sasaran lantaran menyangkut populasi ternak yang ada di Bali
“Jangan sampai habis populasi ternak kita dan juga ada kestabilan harga ternak. Kita tidak ingin adanya inflasi dari harga-harga bahan pokok ternak ini. Jadi, ada kestabilan harga, karena hal itu mengacu pada luar negeri,” terangnya.
Oleh karena itu, pihaknya selaku Ketua Komisi II DPRD Bali akan mendorong Pemerintah Provinsi Bali agar memberikan rekomendasi kepada asosiasi untuk mengatur distribusi ternak, baik ternak babi maupun sapi Bali.
