SBY sebenarnya singkatan dari Suryani Bambang Yahood. Tapi jujur singkatan SBY karena kue cucur ini pernah disantap oleh Pak Presiden SBY saat berkunjung ke Pacitan. Sedangkan Bambang, itu nama kakak ipar saya,” jlentrehnya mengenang peristiwa berkesan, yang dialaminya bersama SBY dan kue cucur dagangannya.
Sejak itu, Purwani semakin bersemangat untuk terus menjual kue cucur dan bahkan kian hari kian laris. Dalam sehari, ia mengaku bisa menjual lebih dari 100 potong. Setiap satu potong kue cucur, ia hargai sangat murah, yaitu Rp 1.000.
Malah sekarang, di warungnya ia juga menyediakan berbagai menu masakan lainnya. Seperti wedang ronde, lotek, kupat tahu dan bermacam gorengan.
“Sekarang Pak SBY sudah pensiun jadi Presiden. Tapi kami masih sangat rindu dan bangga sama beliau. Semoga kelak akan ada lagi putra daerah dari Pacitan yang bisa menjadi presiden dan bisa mencicipi lagi kue cucur,” harap Bu Purwani. (Red/yun)
