Mengantisipasi terjadinya epidemi (peningkatan kasus) penyakit influenza yang secara epidemiologi meningkat pada saat terjadinya perubahan kondisi lingkungan, pemerintah daerah menjamin bahwa ketersediaan obat–obatan dan sediaan farmasi di Kabupaten Pacitan berada di level aman dan mencukupi sampai dengan bulan Juni 2024.
Tingkat ketersediaan obat dan sediaan farmasi di Puskesmas telah dilakukan monitoring secara rutin demikian pula distribusi obat-obatan dari Gudang Farmasi ke Puskesmas dilakukan sedikitnya 1 bulan sekali untuk memastikan tidak terjadi kekosongan obat di Puskesmas.
“Obat flu dapat diperoleh tanpa resep dokter, karena merupakan golongan obat bebas. Masyarakat perlu berhati-hati dalam pemilihan obat flu, harus didasarkan pada gejala-gejala flu yang terjadi.
Masyarakat juga perlu memperhatikan komposisi obat flu yang diminum agar komponen obat sesuai dengan gejala flu yang dialami dan mengenali efek obat yang tidak diinginkan atau efek samping obat yang mungkin dapat terjadi,” beber dokter yang lama bertugas di RSUD dr Darsono ini pada wartawan.
Bagi mereka terserang flu dengan gejala ringan untuk beristirahat 2-3 hari, mengurangi kegiatan fisik berlebihan, meningkatkan konsumsi makanan yang bergizi dengan makanan berkalori dan protein yang tinggi untuk menambah daya tahan tahan tubuh.
“Makan buah-buahan segar yang banyak mengandung vitamin, banyak minum air dan sari buah akan mengurangi rasa kering di tenggorokan, mengencerkan dahak dan membantu menurunkan demam.
Penanganan yang tepat dan rasional terhadap penyakit, termasuk flu akan meminimalkan risiko terjadinya komplikasi penyakit serta biaya pengobatan, untuk itu masyarakat perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan yang berkompeten,” pesan Daru. (Red/yun).
