Dinas Perdagangan Pacitan Terus Lakukan Monitoring Seiring Adanya Pergerakan Inflasi. Ini Penjelasan Kadis Perdagangan Dan Naker Acep Suherman

“Sebelum melakukan distribusi beras SPHP Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja melakukan sosialisasi bersama Bulog kepada pedagang penerima. Pelaksanaan kegiatan tersebut dilakukan pada 3 (tiga) titik pasar pantauan, yaitu Pasar Minulyo, Pasar Arjowinangun, Pasar Arjosari yang berkaitan dengan ketentuan penjualan , HET dan mekanisme yang harus di patuhi oleh pedagang,” jelas Acep.

Kegiatan pendistribusian Beras SPHP telah di lakukan 3 tahab, yaitu tahap I jumlah pedagang 27 orang jumlah beras 7,7 ton.
Tahap 2 jumlah pedagang 27 orang jumlah beras 8.1 ton. Tahap 3 jumlah pedagang 35 orang jumlah beras 10.1 ton.

“Terlihat bedasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik ( BPS ) pada bulan
Agustus minggu ke 4 ( empat ) Kabupaten Pacitan menempai urutan Indek Perkembangan Harga (IPH ), menempati urutan ke 20 di Provinsi Jawa Timur artinya mengalami deflasi -0,56 persen.

Dengan melakukan upaya konkrit ini di harapkan kestabilan harga bisa terjaga dan bisa meningkatkan daya beli masyarakat terhadap kebutuhan bahan pokok dan barang penting ,” tukasnya. (Red/yun).

 

 

 

 

BAGIKAN KE :