Artinya, Ganjar akan berpasangan dengan Prabowo sebagai capres dan cawapres. “Kalau sampai berlangsung tiga poros, Pilpres bisa jadi akan berlangsung dua putaran. Cost politik jelas akan membengkak. Namun seandainya Ganjar menyatu dengan Prabowo, Pilpres akan berlangsung dua poros. Cukup satu putaran, Pilpres selesai,” jelas dia.
John menegaskan, prediksi bersatunya Ganjar dan Prabowo, sangat mungkin berlangsung. Sebab keduanya merupakan calon presiden yang merepresentasikan pemerintahan saat ini.
Ganjar merupakan kader PDI-P dan Prabowo merupakan anggota kabinet Presiden Joko Widodo. “Kita lihat saja nanti saat masa pendaftaran ke KPU. Besar kemungkinan Ganjar akan mengakhiri masa jomblonya dengan meminang Prabowo Subianto. Kalau ini terjadi, mungkin mimpi Ganjar akan terwujud. Yaitu menginginkan agar bangsa ini menyatu yang ditandai menyatunya Ganjar dan Prabowo, ” tutur dia.
Sementara terkait sikap ProJo sendiri, John menegaskan, bersamaan dengan masa pendaftaran pasangan calon presiden pada Oktober nanti, ProJo nasional juga akan menggelar rapat kerja nasional untuk memutuskan arah dukungan .
“Apa kata Jokowi, ProJo nasional akan mengikuti. Pasangan calon mana yang akan kita dukung, tunggu hasil rakernas mendatang,” pungkasnya. (Red/yun).
