Pacitan, Liputan 68.com- Sejahtera dan Bahagia adalah dua sifat. Namun keduanya tak terpisahkan dalam satu entitas. Subjeknya meliputi dimensi fisik (lahir) dan non fisik (batin). Keduanya saling mengisi dan memengaruhi satu sama lain.
Selama ini diskursus tentang pembangunan di Pacitan lebih banyak berfokus pada pembangunan infrastruktur (fisik). Sementara pembangunan batin kerap terabaikan. Hasilnya, pergerakan yang terjadi tak ubahnya robot. Bagus pada casing tapi minim ghirah (jiwa).
Pemerintahan Bupati Indrata Nur Bayuaji (INB) berupaya membangun keseimbangan dua dimensi tersebut dalam satu formula. Hal itu jelas tersurat melalui visi ‘Sejahtera dan Bahagia’.
Salah satu pengejawantahannya adalah dengan memperbanyak event seni dan budaya. Dalam kegiatan pemerintahan sekalipun, unsur kearifan lokal telah menjadi bagian tak terpisahkan. Dengan demikian kesan formal, kaku, dan membosankan yang melekat pada pemerintah seketika berubah lentur dan cair.
Seperti diketahui kehidupan masyarakat Pacitan pada umumnya begitu lekat dengan seni budaya. Pola komunikasi dengan medium budaya sangat diterima oleh khalayak Kota 1001 Gua. Maka dengan sendirinya lahirlah patron baru komunikasi GOVERMENTAINMENT (government + entertainment).
Pendekatan berbasis seni & budaya ini ke depan diharapkan dapat menjadikan aparat pemerintah dan masyarakat Kabupaten Pacitan lebih memiliki JIWA dan berbudaya. Perwujudannya beragam dan meliputi banyak sendi kehidupan.
