Kakak Beradik, Indra Widya Agustina Dan Indrata Nur Bayuaji Punya Jasa Besar Terhadap Pemenangan Bupati Indartato dan Demokrat. Ini Sekilas Ceritanya

Sementara pada proses penjaringan tersebut juga banyak jago-jago lain yang ikut berkontestasi. Seperti misalnya Brigjen Aziz Ahmadi. Juga ada calon petahana, yaitu H.Suyono yang saat itu berpasngan dengan mantan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Suyatno.

Ada juga pelukis kondang Soedibyo, dan pengacara kawakan Sugeng Nugroho yang juga putra mantan Bupati Pacitan Tedjo Soemarto.

Peliknya persaingan perebutan surat rekomendasi itulah, Mas Aji terus berupaya sekuat tenaga dan pikiran, agar Indartato bisa dikenal oleh Cikeas.

“Saat itu, Mas Aji masih menjabat sebagai anggota DPRD Pacitan. Tujuan Mas Aji mau ikut penjaringan sebagai bakal calon wakil bupati, agar Pak Indartato di kenal oleh orang pusat (DPP Demokrat) dan juga keluarga besar Cikeas. Harapannya surat rekomendasi pencalonan bisa jatuh ke tangan Pak In dan tidak ke yang lain.

Memang saat itu antusiasme masyarakat Pacitan untuk menjadikan Pak In sebagai Bupati Pacitan sangat tinggi,” bebernya.

Kalaupun saat ini IWA harus bersaing dengan Sulung mantan Bupati Indartato, yaitu Eko Prasetya Wahyudiarto pada perhelatan Pileg 2024 di Dapil VII Jatim, itulah sebuah dinamika kehidupan yang mungkin harus terjadi.

Sekalipun jasa IWA dan Mas Aji untuk Pacitan dan Demokrat pada khususnya, menjadi suratan sejarah yang tak bisa terlupakan. (Red/yun).

BAGIKAN KE :