Bupati Suwirta Resmikan TOSS Center Karangdadi Kusamba Bantu Perpanjang Usia TPA Sente

Keberhasilan lain dalam menangani sampah, kata Suwita adalah konsistensi. Oleh karena itu, ia mengaku konsisten tidak mau diganggu, dan diajak berubah oleh siappun juga.

“Itulah kunci sukses dalam mengelola TOSS Center ini menjadi tempat pengolahan sampah yang terinstegrasi dari hulu hingga hilir,” ujarnya.

Disebutkan, SDM juga merupakan kunci sukses dalam pengolahan sampah. Menurutnya SDM tidak perlu yang pintar atau berpendidikan tinggi, tetapi yang betul-betul mempunyai komitmen.

“Menangani sampah ini bukan hal berat, tetapi kita mempunyai jiwa bagaimana mencintai lingkungan. Karena dengan mencintai lingkungan pasti kita ingin sampah ini dikelola dengan baik. Nah tidak ada yang berat, tidak ada inovasi yang wah dalam pengelolaan sampah ini, yang dibutuhkan hanya komitmen saja,” kata Suwirta.

Kedepan siapapun pemimpinnya, kata Suwirta, tidak ada alasan untuk tidak melanjutkan TOSS Center karena ini bukan urusan duit Milyar-Milyaran yang terus-terusan, bahkan saat terjadi efisiensi luar biasa dan pihaknya bisa bekerja sama dengan pihak ketiga.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Suwirta juga mengajak undangan untuk makan bakso bersama, yang standnya berada di sebelah pintu gedung tempat olah sampah yang baru saja diresmikan.

Tampak rombong bakso bertuliskan Bakso Ayam itu, dipadati undangan yang sedang memesan bakso. Para undangan lain juga tampak lahap menikmati bakso ayam yang berada di tempat olah sampah yang bersih dan tidak ada bau sampah sama sekali itu.

Sementara itu, Direktur PT. CTBL Putu Ivan Yunatana yang turut hadir dalam acara peresmian tersebut mengatakan, dengan adanya penambahan gedung baru ini diharapkan dapat lebih mengoptimalkan pengelolaan sampah residu di Kabupaten Klungkung, sehingga nantinya sampah-sampah residu tersebut tidak lagi terbuang ke TPA Sente, sehingga dapat membantu memperpanjang usia TPA terbesar di Kabupaten Klungkung itu.

Putu Ivan yang juga sebagai Ketua APSI Bali-Nusra ini juga mengatakan, bahwa selama masa uji coba mesin pengolah residu yang merupakan karya anak bangsa di TOSS Center itu, telah berhasil mengolah sampah residu sebanyak 470 ton. Dari 470 ton residu itu, dapat menghasilkan kurang lebih 47 ton energi baru terbarukan (EBT) dalam bentuk Refuse Delivered Fuel (RDF). “Sehingga sampah residu sebanyak itu tidak dibuang ke TPA Sente,” pungkasnya. (red).

BAGIKAN KE :